Galakkan BBG, Pemerintah Tawarkan Cicilan Converter Kit Rp 15 Juta

Galakkan BBG, Pemerintah Tawarkan Cicilan Converter Kit Rp 15 Juta

- detikFinance
Selasa, 03 Jan 2012 11:32 WIB
Galakkan BBG, Pemerintah Tawarkan Cicilan Converter Kit Rp 15 Juta
Jakarta - Demi menggalakkan konsumsi bahan bakar gas (BBG) untuk mengurangi konsumsi BBM, pemerintah berencana menawarkan cicilan pembelian converter kit yang harganya Rp 15 juta kepada para pemilik mobil pribadi.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, para pemilik mobil pribadi bisa menyicil pembelian converter kit ini dengan subsidi bunga. Kebijakan ini rencananya akan dilakukan seiring dengan pembatasan konsumsi BBM subsidi di April 2012.

"Converter kit Rp 15 juta, rencananya akan ada subsidi 100% untuk kendaraan umum. Untuk (mobil) pribadi melalui (subsidi) bunga, kita akan bicarakan lagi," ucap Hatta usai rakor energi di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (3/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi untuk angkutan umum, pemerintah akan membagikan converter kit seharga Rp 15 juta ini dengan cuma-cuma. Seperti yang dilakukan di Palembang baru-baru ini dengan memberikan 200 converter kit secara cuma-cuma kepada 200 angkutan umum.

Langkah ini diambil untuk menekan pemakaian BBM subsidi yang dianggarkan 40 juta kiloliter (KL) di 2012. Fokus pemasangan converter kit adalah untuk kendaraan angkutan umum, dengan harapan biaya operasional menjadi lebih rendah dan sebagian pemilik kendaraan rela menggunakan angkutan umum.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM, lanjut Hatta, juga telah melakukan diversifikasi bahan bakar, mulai dari BBG-LGV atau CNG. Selain peningkatan energi terbarukan melalui geothermal. Tujuannya agar penggunaan energi fosil dapat ditekan secara gradual atau bertahap.

"BBM subsidi dalam APBN 40 juta-an KL. Ini harus dibatasi kalau tidak akan meningkat seperti 2011 yang naik 1,5 juta KL," tuturnya.

"Dengan 2012 pertumbuhan ekonomi lebih tinggi 6,1%, kemungkinan penggunaan energi akan naik 6%-8%. Oleh karena itu pembatasan ini untuk mencapai 40 jutaan KL. Di 2012, pada pembangkit 10 ribu MW tahap II, 40% dari geothermal," ucapnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads