Wamen ESDM: Masa RI Beli Energi Terbarukan Terus, kan Itu Bego?

Wamen ESDM: Masa RI Beli Energi Terbarukan Terus, kan Itu Bego?

- detikFinance
Selasa, 03 Jan 2012 11:52 WIB
Wamen ESDM: Masa RI Beli Energi Terbarukan Terus, kan Itu Bego?
Jakarta - Sumber energi terbarukan bagi listrik sangat diperlukan untuk mengganti bahan bakar minyak (BBM) yang harganya kian melambung. Namun karena keterbatasan teknologi, Indonesia harus membeli alat berat terlebih dahulu untuk melakukan konversi energi terbarukan tersebut.

Nah, setelah membeli alat itu, Indonesia harus seperti China yang bisa mengolahnya sendiri dengan melakukan adaptasi transfer teknologi.

Harapan itu disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (3/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau habis beli ya nanti langsung transfer teknologi. Masa beli terus, masa sih kita bego-bego banget. Kaya China, kita beli trus bikin sendiri. Jangan tergantung terus, masa kita beli energi terbarukan terus kan itu bego," terangnya.

Dikatakan Profesor dari ITB ini, energi terbarukan seperti solar energi itu hanya membutuhkan US$ 20 sen per kwh. Selain itu, arus laut itu hanya US$ 15 sen per kwh.

"Oleh karena itu kita beli dulu awalnya. Kalau murah why not? Kita hindari minyak yang harganya US$ 36 sen per kwh kita pakai sumber energi yang harganya dibawah US$ 20 sen per kwh. Jangan pakai yang mahal," kata Dia.

Menurutnya, dibutuhkan 600 ribu barel per hari impor minyak untuk kebutuhan dalam negeri. Untuk listrik, Ia mengharapkan harus ada diversifikasi ke sumber yang lain.

"Sehingga nanti kebutuhan dari listrik 25% bisa dipenuhi dari energi terbarukan. Jangan impor minyak terus," kata Dia.



(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads