Nah, setelah membeli alat itu, Indonesia harus seperti China yang bisa mengolahnya sendiri dengan melakukan adaptasi transfer teknologi.
Harapan itu disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (3/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Profesor dari ITB ini, energi terbarukan seperti solar energi itu hanya membutuhkan US$ 20 sen per kwh. Selain itu, arus laut itu hanya US$ 15 sen per kwh.
"Oleh karena itu kita beli dulu awalnya. Kalau murah why not? Kita hindari minyak yang harganya US$ 36 sen per kwh kita pakai sumber energi yang harganya dibawah US$ 20 sen per kwh. Jangan pakai yang mahal," kata Dia.
Menurutnya, dibutuhkan 600 ribu barel per hari impor minyak untuk kebutuhan dalam negeri. Untuk listrik, Ia mengharapkan harus ada diversifikasi ke sumber yang lain.
"Sehingga nanti kebutuhan dari listrik 25% bisa dipenuhi dari energi terbarukan. Jangan impor minyak terus," kata Dia.
(dru/qom)











































