"Gas kita ya itu mencapai 120 triliun kubik feet kalau disamakan minyak ya 20 miliar barel," ungkap Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (3/1/2011).
"Bayangkan saja, stok minyak kita cuma 4 miliar barel berarti kan cadangan gas kita 5 kali dari minyak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Widjajono mengatakan, tahap pertama target penggunaan BBG akan difokuskan untuk angkot dan mobil pribadi. "Angkot bertahaplah mungkin sampai akhir 2014. Dimulai dari Januari 2012 ini sudah," katanya.
Mengenai kesiapan stasiun pengisian BBG, Widjajono menegaskan bukan persoalan yang sulit. Pasalnya pengisian BBG tidak jauh berbeda dengan pengisian Elpiji.
"Itu mudah, hampir sama seperti Elpiji. Hanya tinggal memperbanyak saja," pungkasnya.
(dru/ang)











































