Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun, saat ini jumlah SPBG jauh menurun, beberapa tahun lalu secara nasional ada sekitar 30 SPBG, namun saat ini tidak lebih dari 15 SPBG.
"Di Jakarta saja hanya ada sekitar 10 SPBU yang jual gas, dan itupun total penjualannya per bulan hanya sekitar 1.200 liter setara premium/ bulan. Tentunya tidak sebanding dengan investasi yang dikeluarkan. Untuk SPBU yang mau jual BBG saja minimal harus berinvestasi lagi sebesar Rp 1,5 miliar," kata Harun, di kantornya Jl Perwira, Rabu (3/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, mungkin cukup banyak masyarakat yang ingin beralih ke BBG, namun sekali lagi, harga premium yang masih murah yakni Rp 4.500/liter dan semua orang bebas membeli sebanyak-banyaknya, membuat BBG yang aslinya lebih baik dibandingkan menggunakan premium jadi tidak laku.
"Apalagi kalau saat ini ada yang mau kendaraannya beralih ke gas, harus meronggoh kocek Rp 10 juta lebih untuk memasang konverter kit pada kendaraannya," ujarnya lagi.
Padahal dari segi infrastrukur Pertamina sudah siap sekali, sementara masalah pasokan gas tidak perlu khawatir. โBP Migas sudah meyakinkan kami, kalau mereka siap suplai 4 juta kaki kubik atau Million Metric Standard Cubic Feet per Day (mmscfd) bahkan BP Migas sanggup mensuplai 60 juta mmscfd. Namun kembali lagi demand (permintaan) yang sedikit membuat kami juga ragu mau bangun infrastruktur yang banyak,โ tandas Harun.
(ang/ang)











































