Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, karena belum adanya produsen converter kit BBG di dalam negeri, maka pemerintah harus mengimpor guna memenuhi kebutuhan pemasangan converter kit untuk 2,5 juta kendaraan roda empat di Indonesia untuk mengurangi konsumsi BBM.
"Jadi begini, sekarang PT Dirgantara Indonesia sudah bikin itu beberapa uji coba," ujar Budi sat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 2,5 juta itu potensi kendaraan yang bisa dipasang. Tapi kalau mobil pribadi kan tergantung masing-masing ya. Kalau saat ini kan belum ada banyak, volumenya masih kecil, kalau volume besar nanti akan didirikan industrinya," kata Budi.
Budi menambahkan seandainya volume permintaan converter kit di atas 4.000 per bulan, maka pemerintah akan memproduksi sendiri.
"Kalau volumenya besar, di atas 4.000 per bulan itu kita bisa produksi sendiri, kalau ini nanti jadi program pemerintah ya nanti akan diproduksi dalam negeri" katanya.
Seperti diketahui, pemerintah berencana menawarkan cicilan pembelian converter kit yang harganya Rp 15 juta kepada para pemilik mobil pribadi.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, para pemilik mobil pribadi bisa menyicil pembelian converter kit ini dengan subsidi bunga. Kebijakan ini rencananya akan dilakukan seiring dengan pembatasan konsumsi BBM subsidi di April 2012.
(dnl/dnl)











































