Bak Perompak Somalia, Pembajak di Sungai Tarakan Incar Kapal Minyak

Bak Perompak Somalia, Pembajak di Sungai Tarakan Incar Kapal Minyak

- detikFinance
Kamis, 05 Jan 2012 18:35 WIB
Tarakan - Para perompak di Sungai muara tanah merah yang mengelilingi Kota Tarakan, Kalimantan Timur mengincar kapal-kapal yang melintas, salah satunya kapal pembawa minyak. Keberadaan mereka meresahkan para pengusaha minyak di daerah tersebut karena selain menjarah kapal, para penjahat sungai ini tidak segan-segan melukai para sanderanya.

Hal itu diungkapkan oleh seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang tidak ingin namanya disebutkan kepada detikFinance, disela perjalanan Sungai Muara Tanah Merah menggunakan Speedboat menuju eksplorasi minyak di Simenggaris, Tarakan, Kalimantan Timur, Kamis (5/1/2012).

"Jangan salah mas, sungai ini juga banyak pembajaknya, seperti perompak somalia, mereka berkelompok, bersenjatakan senjata api dan berani menghabisi nyawa sanderanya," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengawalan ketat memang selalu ada untuk kapal-kapal yang melintas. Seperti pada rombongan BP Migas yang akan meninjau beberapa proyek eksplorasi minyak di daerah Simenggaris dikawal oleh 2 prajurit TNI AL bersenjatakan lengkap dengan senjata laras panjang jenis M 16. Padahal perjalanan dengan kapal speedboat itu hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam.

"Cukup sering kejahatan perompakan dilakukan di sungai ini, bahkan mereka sangat berbahaya, selain berkelompok perompak ini bersenjatakan AK 47 yang banyak diselundupkan dari Philipina," kata salah satu anggota TNI AL dari LANTAMAL VIII yang mengawal rombongan BP Migas.

Prajurit tersebut mengungkapkan, para perompak banyak mengincar kapal-kapal minyak. Setelah membajak, kapal tersebut dibawa ke Singapura dan sudah dinanti oleh seorang pembeli.

"Ditengah sungai yang sepi mereka membajak kapal, masih untung ABK dan kaptennya dibiarkan hidup dengan disuruh berenang. Kapal tersebut lalu dibawa ke laut menuju Singapura dan negara lainnya, dan disana sudah ada yang beli," ujarnya.

Memang sudah ada pelaku kejahatan tersebut dibekuk, namun sepertinya tetap ada saja. "Mereka seperti sudah terorganisir, dan banyaknya muara sungai makin mempersulit mendeteksi mereka," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu pegawai perusahaan minyak yang menemani rombongan keliling Kota Tarakan. Ia mengatakan keberadaan perompak ini sudah cukup lama, dan tidak hanya kapal minyak saja tapi kapal nelayan, tambak udang khususnya yang berada di dekat sungai.

"Kejadian terakhir, perompak yang berhasil dibekuk polisi, kelompok perompak tersebut tidak hanya menjarah hasil tambak nelayan, tapi mengahabisi nyawa pasangan suami istri pemilik tambak bahkan si-istri sempat diperkosa oleh para pelaku," tutur pegawai yang enggan disebutkan namanya itu.

Diungkapkannya, para perompak ini tidak hanya berasal dari warga sekitar muara sungai namun juga ada yang dari pulau lain.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads