Kejar Target Lifting, Industri Migas Ingin Diistimewakan

Kejar Target Lifting, Industri Migas Ingin Diistimewakan

- detikFinance
Sabtu, 07 Jan 2012 11:49 WIB
Kejar Target Lifting, Industri Migas Ingin Diistimewakan
Balikpapan - Banyaknya kasus tumpang tindih lahan merupakan salah satu faktor penghambat produksi minyak dan gas (Migas). Sehingga target lifting dan peningkatan cadangan minyak menurun.

Untuk itu, Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Rudi Rubiandini, menginginkan industri migas mendapat keistimewaan dalam hal tersebut.

“Jadi kalau ada kasus tumpang tindih lahan antara perkebunan, pertanian, pertambangan dan lainnya dengan BP Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), kita yang dimenangkan, kita ingin lex spesialis,” katanya di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (6/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan permintaan keistimewaan tersebut, kata Rudi, masalah tumpang tindih lahan banyak sekali dan menghambat industri migas di dalam negeri.

“Padahal jaman dahulu, industri migas tidak pernah ada masalah kayak begini, karena industri migas dulu merupakan industri strategis, namun setelah reformasi indutri migas disamakan dengan industri lainnya bahkan kita kadang dinomorduakan setelah pertambangan, perkebunan dan pertanian serta industri lainnya,” terangnya.

Rudi bilang, jika dibandingkan dengan pertambangan, industri migas memberikan pemasukan sangat banyak bahkan nomor satu ke negara dibandingkan lainnya.

“Pertambangan berapa sih yang diberikan kepada negara, paling hanya sekitar Rp 28 triliun per tahun, bandingkan industri migas dalam setahun dapat memberikan kepada negara mencapai Rp 200 triliun per tahun,” ungkap Rudi.

Begitu juga dari sisi kerusakan yang ditimbulkan, pertambangan jauh lebih besar, hutan ditebang beratus-ratus hektar, tanahnya digali, batubaranya diangkut namun hasil dari royaltinya sedikit sekali dibandingkan dengan migas.

“Permasalahan ini cukuplah di level menteri saja diselesaikan, kita ingin spesialis, ada permasalahan tumpang tindih lahan, kita yang diutamakan,” tandas Rudi.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads