"Berapa jatah Kalimantan tahun 2012 ini, juga termasuk Kaltim, sampai saat ini belum kita ketahui. Ya, kita berharap ada penambahan dari kuota tahun 2011 lalu," kata Asisten Manager External Relation PT Pertamina (Persero) UPMS VI Kalimantan, Bambang Irianto, kepada detikFinance, Sabtu (7/1/2012) siang WITA.
Dijelaskan Bambang, provinsi Kaltim misalnya, tahun 2011 lalu, mendapat jatah kuota premium 521.832 KL dan solar 217.786 KL. Jumlah tersebut dinilai kurang mengingat pesatnya pertumbuhan kendaraan roda dua dan roda empat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Kaltim, konsumsi solar paling tinggi di Indonesia. Karena di Kaltim, banyak perusahaan-perusahaan besar dengan tingkat konsumsi alat berat terhadap solar juga paling tinggi," tambahnya.
"
Meski begitu, Bambang enggan berandai-andai apabila nantinya ternyata jatah BBM di Kaltim, tidak ditambah sehingga kembali mengakibatkan Kaltim kekurangan BBM yang terjadi hampir di seluruh Kabupaten dan Kota.
"Pertamina tidak berhak untuk menambah. Yang memutuskan itu pemerintah. Kita tunggu saja lah berapa jatah BBM nasional, termasuk Kalimantan tahun 2012 ini," terang Bambang.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak menegaskan Pemprov Kaltim akan meminta jatah penambahan BBM premium dan solar tahun 2012 ke pemerintah pusat. Permintaan itu untuk mengantisipasi kelangkaan BBM seperti yang sempat terjadi pada tahun 2011 lalu.
"Kita minta tambah. Sekarang lagi di hitung di SKPD (Dinas Pertambangan dan Energi)," kata Awang.
Menurutnya, konsumsi BBM di Kalimantan Timur terbilang sangat tinggi menyusul penambahan kendaraan roda empat dan roda dua setiap bulannya. Sekadar diketahui, untuk kota Samarinda saja sebagaimana yang dirilis Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda 31 Desember 2011 lalu, penambahan kendaraan mencapai rata-rata 4.000 unit setiap bulan.
"Belum lagi untuk solar. Konsumsi solar di Kaltim paling tinggi di Indonesia karena juga masuk dan beroperasionalnya alat berat di Kabupaten dan Kota tidak terkontrol. Kita juga tidak bisa melarangnya," ujar Awang.
"Bahwa Kaltim paling tinggi konsumsi solar itu datanya saya dapat dari Pertamina," tambahnya.
Diterangkan Awang, pada rapat evaluasi bersama kepala daerah 14 Kabupaten dan Kota yang digelar akhir tahun 2011 lalu, juga telah meminta kepala daerah untuk memperketat pengawasan distribusi BBM premium bersubsidi di daerah masing-masing.
"Yang jelas kita minta jatah BBM harus lebih, tidak hanya cukup. Saya minta kepala daerah di Kaltim, mengawasi ketat distribusinya ke masyarakat," tegas Awang.
(ang/ang)











































