Dalam rangka menekan konsumsi BBM bersubsidi, kata dia, pertam-tama adalah membatasi penggunaan premium oleh masyarakat. Selanjutnya, mengkonversi BBM ke bahan bakar gas (BBG).
"Lalu cara kedua adalah bisa juga pindah ke sepeda motor. Tapi sepeda motor sekarang ini masih disubsidi. Mungkin ke depan sepeda motor itu harus pakai listrik kayak di China. Jadi pemakaiann BBM-nya kurang," katanya acara Diskusi Polemik Problem BBM, Jakarta, Sabtu (7/01/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibatnya kita pakai BBM kita atau minyak kita rendah," tegasnya. Selain itu ia juga menjelaskan hubungan pembatasan BBM ini dengan kemajuan Indonesia.
"Penghasilan kita dari migas Rp 340 triliun, yang dipakai subsidi sekitar Rp 230 triiun, hampir 2/3 habis utk subsidi, kenapa Rp 300 triliun itu tidak untuk memajukan Indonesia, meningkatkan kemampuan nasional, mengentaskan kemiskinan, buat pesawat, kereta api sendiri, jadi itu falsafahnya," katanya.
(ang/ang)











































