Demikian disampaikan oleh Ketua DPR Marzuki Alie dalam pembukaan sidang DPR 2012 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/1/2012).
"Untuk pelaksanaan APBN 2012, Dewan melihat bahwa tantangan yang akan dihadapi akan lebih besar mengingat kondisi perekonomian yang tidak menentu," kata Marzuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mendorong pertumbuhan ekomomi seharusnya belanja barang dan belanja modal seharusnya memperoleh porsi lebih besar, karena merupakan anggaran pembangunan yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
"Namun kita justru melihat bahwa APBN saat ini teralu terbebani oleh biaya rutin dan biaya subsidi," imbuh Politisi Demokrat ini.
Menurut Marzuki perlu dipikirkan secara bertahap adanya pola penurunan biaya rutin dan biaya subsidi tersebut. Selain itu, dirinya berpendapat jika ke depan gejolak harga minyak dunia akan semakin kencang.
"Dan pastinya akan berdampak pada membengkaknya subsidi BBM yang pada akhirnya membebani anggaran negara. Ini perlu diantisipasi," jelas Marzuki.
Seperti diketahui, untuk menekan anggaran subsidi BBM ini pemerintah mulai April 2012 akan melarang mobil pribadi di Jawa-Bali untuk menggunakan BBM subsidi seperti premium. Kebijakan ini kemudian akan diperluas untuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga sampai ke Papua.
(dru/dnl)











































