Jero wacik: Kalau Terpaksa Baru Kita Pakai Nuklir

Jero wacik: Kalau Terpaksa Baru Kita Pakai Nuklir

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2012 15:25 WIB
Jero wacik: Kalau Terpaksa Baru Kita Pakai Nuklir
Jakarta - Nuklir sebagai energi listrik alternatif baru akan digunakan atau dibangun Indonesia dalam keadaan terpaksa. Atau dalam artian sudah tidak ada energi lain yang bisa digunakan.

"Nuklir merupakan salah satu energi alternatif yang sangat besar manfaatnya, namun jika tidak dalam keadaan terpaksa, nuklir menjadi pilihan yang paling terakhir," kata Menteri ESDM Jero Wacik di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Menurut Jero, Indonesia diberikan karunia dengan potensi energi alternatif yang sangat banyak seperti panas bumi, angin, air, dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi selama energi alternatif tersebut masih ada, nuklir tidak akan digunakan. Tapi jika sudah habis, why not, karena negara lain sudah banyak yang gunakan," terangnya.

Mantan Menteri Pariwisata ini mengatakan, tragedi nuklir di Fukushima Jepang pascar tsunami telah membuat banyak orang menjadi ragu soal tenaga nuklir tersebut. "Di Indonesia pun banyak yang setuju tapi banyak juga yang menentang, tapi saya yakin alasan keduanya sama-sama cinta Indonesia," tukasnya.

Sementara itu salah satu anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Agustiawan mengatakan nuklir sebagai pilihan terakhir merupakan gambaran pemerintah menolak program nuklir sebagai energi alternatif.

"Jika semua energi terbarukan sudah tidak ada, termasuk kita semua disini (di ruang pertemuan Kantor ESDM) baru nuklir digunakan. Ini sudah merupakan gambaran pemerintah menolak nuklir," kata Herman.

Padahal menurut suami Dirut Pertamina Karen Agustiawan ini, jika energi nuklir digunakan maka harga listrik yang dihasilkannya sangat murah yakni hanya sekitar 3 sen saja.

"Padahal di undang-undang RPJM kan sudah ditentukan pada 2015-2019 fasilitas nuklir sudah ada, tapi kayaknya tidak akan terjadi," ucapnya.

Tapi seandainya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghendaki hari ini program nuklir dijalankan.

"Di 2019 sudah ada energi nuklir yang disalurkan untuk listrik, kita juga punya Badan Atom Negara yang sudah lama meneliti nuklir," tandasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads