Demikian disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Kamis (12/1/2012).
Dikatakan Harun, harga jual Vi-Gas bakal selalu berubah mengikuti harga gas internasional dan juga mengikuti kurs rupiah terhadap dolar AS. Subsidi yang bakal diberikan pemerintah akan berfluktuasi dengan besaran subsidi yang konstan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana pemberian subsidi pada Vi-Gas ini dilakukan seiring kebijakan pemerintah mengkonversi BBM sektor transportasi ke BBG mulai 2012. Pemerintah menargetkan jumlah kendaraan yang dikonversi menggunakan Vi-Gas adalah 250.000 kendaraan di Jawa dan Bali, yang terdiri dari kendaraan umum sebanyak 200.000 dan kendaraan pribadi roda 4 yang memiliki mesin di bawah 1.500 cc sebanyak 50.000.
Harun mengungkapkan, sejak diperkenalkan di 2009, harga jual Vi-Gas tidak mengalami perubahan pada level Rp 3.600 per lsp. Harga tersebut merupakan harga promosi sehingga belum mencerminkan harga pasar, sebagai salah satu bentuk upaya memperkenalkan bahan bakar alternatif ramah lingkungan tersebut.
Saat ini, penjualan Vi-Gas melalui 10 SPBU Pertamina masih relatif rendah, yaitu sekitar 24.000 lsp per bulan. Pertamina berencana menambah SPBU yang bisa melayani penjualan Vi-Gas sebanyak sembilan unit dalam waktu dekat.
(dnl/ang)











































