Hal itu diungkapkan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai mengikuti rapat bersama sejumlah pimpinan BUMN dan pabrikan swasta di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Kamis (12/1/2012).
"Tadi kesimpulan kita, bahwa industri dalam negeri, gabungan BUMN dan swasta dengan dipimpin oleh PT DI itu mampu menyediakan tangki dan kit untuk konversi BBM ini 100%. Itu artinya kita enggak perlu impor (converter kit)," ujar Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, untuk pembuatan tangki pun saat ini sudah disanggupi bisa dilakukan. Sementara untuk converter kit-nya diharapkan bisa diproduksi pada kwartal ke-4.
"Ini masih dibicarakan lebih rinci, siapa (BUMN-red) mengerjakan berapa," katanya.
Kemampuan produksi converter kit ini di 2012 ini disebut Dahlan diprediksi baru bisa sekitar 300 ribu buah. Hal itu tergantung dengan kapan proyek pembuatan converter kit ini dimulai.
"Kita mulainya belum tahu, apakah April atau Juli. Mungkin tahun ini sekitar 300 ribu. Tahun depan bisa sampai 1 juta. Tapi terserah pemerintah berapa order yang diberikan pada PT DI yang nanti di kerjasama dengan kelompok industri dalam negeri ini," tuturnya.
Dahlan mengatakan, untuk pembuatan tangki dan converter kit ini, mereka menunggu kepastian dari pemerintah, apakah akan konversi BBG jenis Natural Gas (CNG) atau Liquid Gas for Vehicle (LGV). Namun, ia mengatakan gabungan BUMN ini mampu membuat converter kit untuk kedua jenias BBG itu.
"Teman-teman diatas posisinya menunggu apa konversi dari BBM ke CNG atau LGV. Kita masih menunggu kepastian. Keduanya juga siap. tapi kan rugi kalau nyiapin dua tapi dipakainya satu," kata Dahlan.
(tya/ang)











































