"Di ESDM sudah dimulai saya sudah perintahkan tadi, kita coba pasangkan 20 biji, jadi Pak Wamen akan pakai dan semua akan pakai. Yah kita coba dulu minta yang 20 sehingga tahu apa kesulitannya, hambatannya," ujarnya di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/1/2012).
Namun, sayangnya Jero sendiri justru belum memasang converter kit di mobilnya meskipun dia telah memerintahkan pejabat Kementerian ESDM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Jero mengatakan pemerintah tetap akan mengandalkan impor converter kit sebanyak 250 ribu untuk kebutuhan 1 April mendatang. Sebab pasokan converter kit lokal hanya 300 unit saja.
"Yang buatan lokal sudah ada, itu dipakai dulu sedangkan impor lagi diurus oleh Menperin, 300 biji untuk produk lokal," tukas Jero.
Seperti diketahui, hari ini Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo memasang converter kit di mobilnya dalam rangka menggalakkan program konversi bahan bakar kendaraan dari BBM ke BBG. Converter kit dibelinya seharga Rp 10 juta.
Widjajono merasa yakin mobil dinasnya yang sudah dipasangi converter kit sehingga bisa menggunakan BBG sangat aman. Ibaratnya, kalaupun mobilnya tabrakan, tabung tidak ikut meledak.
(nia/dnl)











































