Dahlan mengakui, ada kekhawatiran dengan kualitas tabung gas apalagi dengan adanya kejadian tabung gas meledak.
"Ya, memang ada yang merasa khawatir bocor. Tapi yang buat itu orang-orang pintar. Di seluruh dunia juga belum ada kasus seperti itu (kebocoran converter kit-red). Semua sudah dihitung," ujar Dahlan pada wartawan saat ditemui usai mengikuti rapat bersama pimpinan BUMN dan pabrikan swasta di PT Dirgantara Indonesia, Jalan Pajajaran, Bandung, Kamis (12/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi secara teoritis, premium lebih mudah terbakar daripada LVG dan lainnya. Saya tidak ahli, itu saya mengutip pendapat teman-teman tadi," katanya.
Dahlan menjelaskan, produksi minyak dalam negeri dari tahun ke tahun terus menurun. Tahun 2011 saja, hanya mampu memproduksi 930 ribu barel, padahal dulu bisa mencapai 1,5 juta barel.
"Karena itu lalu kita mengimpor minyak mentah untuk membuat premium dan lainnya. Padahal Indonesia punya banyak sumber gas. Makanya di masa depan yang lebih banyak dan murah itu gas," tutur Dahlan.
Converter kit nantinya akan dipasang di mobil, namun bukan berarti dengan pemasangan converter kit jadi tidak perlu menggunakan premium. Premium tetap harus ada di tangki untuk cadangan jika gas habis, selain utamanya untuk starter awal.
"Nantinya ada komputer yang mengatur setelah menyala dari premium pindah dengan gas. kalau ada masalah, dari gas akan mati dan pindah ke premium," jelasnya.
(tya/ang)











































