Wamen ESDM: Proyek Converter Kit Agar PT DI Tak Buat Panci Lagi

Wamen ESDM: Proyek Converter Kit Agar PT DI Tak Buat Panci Lagi

- detikFinance
Kamis, 12 Jan 2012 19:16 WIB
Wamen ESDM: Proyek Converter Kit Agar PT DI Tak Buat Panci Lagi
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sedang semangat-semangatnya menggarap proyek pemerintah yakni pengadaan tabung BBG dan converter kit. Untuk tahap awal, BUMN produsen pesawat udara itu mendapat order 500 buah converter kit plus tabung BBG.

"Kami seneng PT DI semangat, kalau diproduksi massal mereka untung, dan tidak lagi buat panci lagi," kata Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo, Kamis (12/1/2012).

Entah serius atau tidak, Widjajono mengatakan dari dahulu BUMN yang membuat pesawat ini masih merugi. Namun dibalik pernyataanya itu ia sangat mendukung kemajuan PT DI sebagai BUMN strategis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, makanya Presiden Habibie waktu itu sangat konsen dorong SDM Indonesia bisa buat pesawat, karena kalau bisa buat pesawat bisa buat apa saja, mobil bisa, tabung gas bisa sampai panci pun bisa," ujarnya.

Makanya, jika pemerintah bisa menghemat anggran subsidi BBM mencapai Rp 200 triliun maka PT DI bisa mendapatkan dana besar dari hanya memproduksi tabung BBG saja.

"Kalau sudah sehat keuangannya saya yakin PT DI bisa buat pesawat jet juga. Makanya ayo sama-sama kita dukung program konversi ini," tandasnya.

PT DI saat ini sedang menggarap proyek pengerjaan tabung gas dan komponen converter kit untuk program konversi BBM ke BBG, tapi PT DI tidak sempat mengurusin SNI karena mepetnya waktu pengerjaan.

"Kami bekerjasama dengan pemerintah untuk membuat converter kit untuk tahap awal sebanyak 500 tabung beserta komponennya, namun produk keluaran kami masih belum memiliki sertifikan SNI," ujar Project Manager Converter Kit PT Dirgantara Indonesia, Ahmad Saichu, di Bengkel autogas di BSD, serpong, Tanggerang Selatan hari ini.

Namun walaupun tidak bersertifikan SNI, Ahmad mengklaim produk converter kit dan tabung buatan PT DI telah berstandar internasional. "Kalau sudah berstandar internasional, hemat kami sudah cukuplah terjamin keamanannya," tegas Ahmad.

Menurutnya, kalau dipaksakan harus ber-SNI waktu akan habis hanya mengurusin sertifikat semata sementara kebutuhan mendesak.

"Produk kami tidak hanya berstandar internasional, untuk tabungnya saja bergaransi 5 tahun," katanya.

Untuk tahap awal PT DI akan memproduksi sebanyak 500 tabung lengkap dengan komponen konverter kitnya. "500 tabung tersebut akan digunakan 200 tabung untuk di Palembang dan 300 tabung untuk Jakarta," ungkapnya.

"Untuk saat ini harga tabung lengkap converter kit serta pemasangannya total sekitar Rp 11 juta-Rp1 2 juta, jika diproduksi massal harga bisa hanya Rp 9 juta saja," tandasnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads