"Ya, 5 tahun kami jual converter kit lengkap dari tabung gas sampai komponennya, namun tidak satupun yang terjual," kata Direktur PT Autogas Indonesia, Dipo Tju, Kamis (12/1/2012).
Untuk itu, sambil menunggu pembeli dan gencarnya rencana pemerintah untuk sosialisasi kendaraan dari BBM ke BBG, pihaknya hanya melakukan pembekalan pelatihan bagi pegawainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena sepinya pemesan tersebut, Dipo mengaku saat ini pihaknya belum memiliki jaringan bengkel yang banyak.
"Tapi dengan makin gencarnya pemerintah sosialisasi, saya yakin tidak lama lagi permintaan converter kit akan sangat banyak. Ini terlihat dari awal 2012 sudah ada 50 kendaraan yang kami tangani untuk pemasangan converter kit," ungkapnya.
Ia menambahkan, di bengkelnya converter kit yang di jual saat ini sebagian besar komponennya impor dari Italia, sementara tabungnya impor dari Thailand dengan dua jenis tabung yakni tabung silinder dan tabung berbentuk seperti donat.
"Yang impor harganya lebih dari Rp 14 juta, kalau dari PT Dirgantara Indonesia Rp 9 juta - Rp 10 juta," tandasnya.
Seperti diketahui, dalam rangka menggalakkan program konversi bahan bakar kendaraan dari BBM ke BBG, Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo telah memberikan contoh dengan memasang converter kit di mobil pribadinya dari Dewan Energi Nasional. Mobil berjenis Honda Civic tersebut dipermak sehingga bisa menggunakan BBG.
Saat program pembatasan BBM diberlakukan, kendaraan pelat hitam akan diberi pilihan membeli BBM non-subsidi atau BBG yang disubsidi yang harganya Rp 5.600 per liter setara premium (LSP).
(qom/qom)











































