5 Tahun Jual Converter Kit, Tak Satupun yang Laku

5 Tahun Jual Converter Kit, Tak Satupun yang Laku

- detikFinance
Jumat, 13 Jan 2012 14:04 WIB
5 Tahun Jual Converter Kit, Tak Satupun yang Laku
Jakarta - PT Autogas Indonesia sudah 5 tahun menjual converter kit untuk kendaraan yang ingin beralih dari BBM ke bahan bakar gas (BBG). Namun sampai hari ini, belum ada satupun converter kit yang laku terjual.

"Ya, 5 tahun kami jual converter kit lengkap dari tabung gas sampai komponennya, namun tidak satupun yang terjual," kata Direktur PT Autogas Indonesia, Dipo Tju, Kamis (12/1/2012).

Untuk itu, sambil menunggu pembeli dan gencarnya rencana pemerintah untuk sosialisasi kendaraan dari BBM ke BBG, pihaknya hanya melakukan pembekalan pelatihan bagi pegawainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 5 tahun tersebut kita lebih banyak memberikan pelatihan ke mekanik kami, supaya saat permintaan converter kit meningkat tinggi, SDM kami sudah siap," ujarnya.

Karena sepinya pemesan tersebut, Dipo mengaku saat ini pihaknya belum memiliki jaringan bengkel yang banyak.

"Tapi dengan makin gencarnya pemerintah sosialisasi, saya yakin tidak lama lagi permintaan converter kit akan sangat banyak. Ini terlihat dari awal 2012 sudah ada 50 kendaraan yang kami tangani untuk pemasangan converter kit," ungkapnya.

Ia menambahkan, di bengkelnya converter kit yang di jual saat ini sebagian besar komponennya impor dari Italia, sementara tabungnya impor dari Thailand dengan dua jenis tabung yakni tabung silinder dan tabung berbentuk seperti donat.

"Yang impor harganya lebih dari Rp 14 juta, kalau dari PT Dirgantara Indonesia Rp 9 juta - Rp 10 juta," tandasnya.

Seperti diketahui, dalam rangka menggalakkan program konversi bahan bakar kendaraan dari BBM ke BBG, Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo telah memberikan contoh dengan memasang converter kit di mobil pribadinya dari Dewan Energi Nasional. Mobil berjenis Honda Civic tersebut dipermak sehingga bisa menggunakan BBG.

Saat program pembatasan BBM diberlakukan, kendaraan pelat hitam akan diberi pilihan membeli BBM non-subsidi atau BBG yang disubsidi yang harganya Rp 5.600 per liter setara premium (LSP).

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads