"Apakah saya gunakan converter? Iya saya akan gunakan converter, saya bicara konteks kebijakan energi nasional kita, sampai tahun 2025," ujar Hatta dalam bincang dengan wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (13/1/2012).
Hatta mengaku sepulangnya dari kunjungan dinas ke Malang dan NTT, dia akan segera memasang alat tersebut. "Bengkelnya di BSD, saya sudah tanya. Sabtu ke Malang, NTT, paling dari situ saya pasang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengungkapkan, konversi BBM ke BBG untuk tahap pertama memang diprioritaskan untuk kendaraan umum. Namun, tidak menutup kemungkinan hal tersebut diaplikasikan kepada kendaraan dinas pemerintah.
"Pemerintah berhati-hati dalam memilih alternatif. BBG ada LGV dan CNG. Itu utamanya kepada transportasi umum, dan kalau seandainya dari kendaraan dinas pemerintah kalo bisa menggunakan gas itu baik," ujarnya.
Mengenai hal itu, Agus Marto menyatakan akan melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada Kementerian ESDM. Pasalnya kebijakan tersebut khususnya mekanismenya diatur oleh kementerian tersebut.
"Semua inisiatif yang ada kami ikut mendiskusikan. Kalau sudah menjadi keputusan kita akan jalankan," ujarnya.
Agus Marto menambahkan penggunaan pertamax juga memungkinkan bagi kendaraan dinas. Tetapi pemerintah tetap akan membatasi penggunaanya, jadi dapat diefisiensikan anggarannya.
"Bahkan kalau pertamax juga memungkinkan. Ya tidak apa-apa, yang penting kalau anggaran terbatas, pasti bisa dihemat," pungkasnya.
(nia/dnl)











































