"Dana itu Rp 3 triliun, dari APBN di Kementerian ESDM karena ini kan dibagikan cuma-cuma untuk angkutan umum," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui dalam bincang wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (13/1/2012).
Hatta menyatakan, nantinya impor converter kit ini akan dilakukan dengan negara-negara yang yang telah terpercaya sebagai produsen converter kit, seperti Italia dan Argentina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ke depannya, Hatta mengharapkan pengadaan converter kit ini bisa dilakukan di dalam negeri dengan PT Dirgantara Indonesia sebagai produsennya. Pasalnya, tanah air masih membutuhkan berjuta-juta converter kit untuk masyarakat guna mengurangi penggunaan bahan bakar minyak.
"Converter menumbuhkan semangat menggunakan produksi dalam negeri. PT DI diharapkan memproduksi converter kit itu tapi kita ingin cepat (pengadaannya), tapi nanti cari celah seperti apa, kembangkan produk nasional ke depan, karena ke depan kita butuh jutaan, masalah BBM, tidak hanya pembatasan tapi mengurangi kebutuhan atas BBM," tegasnya.
Saat program pembatasan BBM diberlakukan, kendaraan pelat hitam akan diberi pilihan membeli BBM non-subsidi atau BBG yang disubsidi yang harganya Rp 5.600 per liter setara premium (LSP). Harga BBM non-subsidi adalah premium non subsidi yang harganya sebesar Rp 8.000 per liter atau premium.
(nia/qom)











































