Tim yang diketuai oleh Anggito Abimanyu ini bekerja berdasarkan permintaan pemerintah. Kajian selesai, namun tak satupun dipakai pemerintah.
"Jika saja, pemerintah kemarin mengikuti saran kami, maka tidak seribet ini pengaturan BBM seperti saat ini," kata Anggito saat ditemui di kantor Freedom Institute, Jakarta, Jumat (13/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflasi pasti tinggi, 0,5-0,6 versi BI? Saya tidak yakin, itu dampak ronde satu saja, ronde dua pasti tambah besar lagi," ujarnya.
Menurut pria yang saat ini menjadi pengajar di UGM, kalau kemarin pemerintah pilih salah satu dari tiga opsi yang diberikan oleh timnya, maka rakyat bisa cepat menyesuaikan diri.
"Andaikan dalam APBN 2012, masih ada opsi kenaikan BBM, saya rasa itu opsi paling terbaik bagi rakyat dari pada melakukan pembatasan BBM," terangnya.
Tapi kata Anggito, kalau pemerintah mau mennaikkan harga BBM subsidi saat ini masih bisa. "Tinggal diskusi sama DPR, kan kalau dipaksakan pembatasan rakyat rugi, bahkan kalau tidak mampu dan siap pembatasan cepat diskusikan dan pilih naikkan saja harga BBM secara bertahap per 3 bulan," ujarnya.
"Di 2011 kan diamanatkan naikkan harga BBM, tapi buktinya harganya tidak naikkan. Jadi kenapa sekarang tidak bisa juga dilakukan, tidak usah pembatasan kalau ternyata tidak siap," tandasnya.
(dnl/dnl)











































