Presiden Jonathan membuat pengumuman di televisi nasional setelah seminggu 'terdiam' di tengah aksi pemogokan nasional dan protes massal yang menghentikan aktivitas di negara paling populer di Afrika itu.
"Pemerintah akan terus mendorong deregulasi penuh sektor hilir perminyakan," jelas dalam pengumumannya seperti dikutip dari AFP, Senin (16/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Nigeria mengakhiri pemberian subsidi BBM mulai 1 Januari, sehingga menyebabkan harga bensin naik hingga 2 kali lipat dari 65 naira menjadi 140 naira per liter. Hal itu langsung memicu protes mulai 9 Januari.
Presiden Jonathan menuding para demonstran itu telah 'dibajak' oleh orang-orang yang mendukung perpecahan, anarki dan ketidakamanan.
(qom/ang)











































