"Kemarin mobil dinasnya pak Wamen sudah, para Dirjen juga sudah dan beberapa pegawai juga sudah pasang converter kit di mobilnya," ujar Jero Wacik, saat rapat kerja dengan komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/1/2012).
Namun demikian, mobil dinas Jero Wacik ternyata tidak akan dipasangi converter kit. Manurut pria asli Bali ini, mobilnya tidak dipasangi converter kit karena kapasitasnya yang besar sehingga lebih baik menggunakan BBM non-subsidi berkualitas baik, pertamax.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi Mantan Menteri Pariwisata ini, berkilah, mobil pribadinya di rumah sudah dipasang converter kit.
"Tapi mobil pribadi saya di rumah sudah saya pasang converter kit," tutupnya.
Sebelumnya, mobil dinas Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo telah dipasangi converter kit. Mobil berjenis Honda Civic dan merupakan mobil dinas dari Dewan Energi Nasional itu menjadi proyek percontohan pemasangan converter kit di mobil-mobil pejabat.
Bertempat di PT Autogas Indonesia di daerah Bumi Serpong Damai (BSD), mobil dinas berjenis Honda Civic tersebut dipermak sehingga bisa menggunakan BBG dengan biaya berkisar Rp 9-10 juta.
(qom/qom)










































