"Saya bukannya pesimistis tetapi realistis, pasalnya kuota tahun 2011 saja sebesar 40,4 juta kl pada APBN-P 2011 jebol apalagi di 2012 ini kouta BBM hanya 37,5 juta kl," ujar Jero, dalam acara 'Inspiring Talk' bersama Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Menurut Jero, paling lambat pada Desember 2012 kuota BBM sudah jebol berbarengan dengan terus meningkatnya penjualan kendaraan bermotor dan seiring pertumbuhan perekonomian Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jebolnya kuota BBM bersubsidi sudah terjadi pada tahun 2011, seiring meningkatnya penjualan kendaraan bermotor. Konsumsi BBM bersubsidi terus meningkat meski pemerintah mengeluarkan imbauan agar kendaraan bermotor pelat hitam menggunakan BBM non subsidi.
"Tahun lalu ada tambahan 7 juta motor, menurut penelitian Lemigas, per hari satu motor mengkonsumsi 0,75 liter premium jika dikali setahun sudah 1,9 juta kl, kemudian ada 800 ribu tambahan mobil yang sehari satu mobil mengkonsumsi rerata 3 liter/hari premium artinya setahun sudah 900 ribu KLjadi total 2,8 juta kl, hanya untuk dari tambahan kendaraan saja," ungkapnya.
Jadi salah satu penghambat laju konsumsi BBM ini pemerintah harus melakukan pembatasan BBM dan getol menyosialisasikan konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG).
"Kalau tidak, kuota BBM tahun ini sekitar 37,5 juta KL lebih cepat jebolnya," tandasnya.
(qom/qom)











































