Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengatakan, di ketiga negara tersebut transportasi umumnya yang disubsidi pemerintah sehingga kondisinya nyaman.
"Di India maupun China, dan bahkan Vietnam tidak ada subsidi BBM tetapi transportasi umum disubsidi sehingga nyaman dan industri nasionalnya meningkat pesat," kata Widjajono saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2011, subsidi BBM untuk transportasi dan elpiji adalah Rp 165 triliun dan subsidi untuk listrik yang sebagian besar diakibatkan oleh BBM mencapai Rp 66 triliun. Sehingga total subsidi energi yang harus dikeluarkan pemerintah mencapai Rp 231 triliun, padahal pendapatan pemerintah dari migas Rp 272 triliun.
Kondisi tersebut berbeda dengan negara-negara Amerika Latin yang anti neolib seperti Brasil, Argentina, dan Chili yang tidak memberikan subsidi BBM. Namun negara-negara ini mengembangkan BBN (Bahan Bakar Nabati) dan industri nasional (mobil, pesawat, senjata dan pertanian).
Bahkan Brasil sekarang menjadi negara idola di samping Rusia, India, China, dan Korea (BRICK). Brasil bahkan sudah menguasai teknologi migas lepas pantai di samping cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat.
(dnl/ang)











































