Bikin Bingung, Pembatasan Penggunaan BBM Perlu Kejelasan

Bikin Bingung, Pembatasan Penggunaan BBM Perlu Kejelasan

- detikFinance
Minggu, 22 Jan 2012 17:46 WIB
Jakarta - Pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang menjadi opsi pemerintah untuk menjaga APBN tidak jebol perlu simulasi terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan ganggguan stabilitas ekonomi di masyarakat.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit menyampaikan, pro dan kontra kenaikan harga maupun pembatasan penggunaan BBM dikalangan masyarakat cukup membuat bingung.

"Itu satu contoh bahwa kebijakan pembatasan maupun kenaikan harga BBM tidak melalui pembahasan komprehensif antara sektor ESDM, transportasi, dan keuangan. Seharusnya harus ada asesment mengenai dampak kebijakan sektor ESDM terhadap sektor transportasi," kata Danang kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (22/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, lanjut Danang ketika pemerintah menggulirkan konversi BBM ke BBG. Kesiapan konversi ke BBG maupun kesiapan angkutan umum khususnya di perkotaan belum ditelaah secara baik.

"Kalau mobilitas sampai terkendala atau tertekan, saya khawatir inflasi akan lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi akan tidak mencapai sasaran," kata Danang.

"Sebaiknya harus disimulasikan kebijakan ini supaya segera ada kejelasan bagi publik sebelum April 2012," imbuhnya.

Saat ini menurut Danang banyak sekali spekulasi berkembang di masyarakat. "Saya menilai kondisi ini tidak akan baik bagi kredibilitas kebijakan pemerintah dan akan menimbulkan rentetan ekonomi yang tidak sehat karena adanya spekulan," jelasnya.

Pemerintah memang menyatakan beberapa opsi untuk menghemat anggaran dalam APBN. Namun opsi seperti pembatasan penggunaan BBM hingga konversi masih belum jelas hingga saat ini.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads