Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andi Alisjahbana menyatakan dalam rangka mempersiapkan rencana pemerintah untuk program konversi BBM ke BBG, pihaknya menyiapkan 500 converter kit sebagai uji coba.
"Kita baru mempersiapkan 500 buah sebagai alat tes yang bakal dites ke mana-mana," ujar Andi usai rapat koordinasi Kemenko Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Rabu (25/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengaku sedang mengupayakan agar harga converter kit buatan PT DI ini tidak melebihi harga converter kit impor.
"Kita musti di bawah Rp 12 juta karena yang dari China dan Korea juga segitu harga, sekitar Rp 8-12 juta, jadi kita di range itu," ujarnya.
Andi menyatakan converter kit yang dibuat PT DI untuk mesin 4 silinder dan 6 silinder. Bahannya sendiri saat ini masih campuran antara lokal dan impor. Namun, pada tahun depan diupayakan agar converter kit tersebut 100 persen content lokal.
"Tangki itu lokal, sama BUMN digabungkan. Nanti PT Inti, ikutan, sehingga satu tahun bisa 100 persen," jelasnya.
Namun, Andi menegaskan PT DI masihlah merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di produksi pesawat. Pembuatan converter kit ini, lanjutnya, hanya merupakan bentuk sumbangan perusahaan plat merah tersebut dalam rangka menyukseskan kebijakan pemerintah.
"Kita masih fokus di pesawat terbang, tapi ini sumbangan kita, teknologi bisa masuk ke masyarakat dengan aman. Kita tidak akan melanggar kodrat kita," tutupnya dengan canda.
(nia/dnl)











































