Kisah Perusahaan Orang Terkaya RI Sukses Salurkan BBM Subsidi

Kisah Perusahaan Orang Terkaya RI Sukses Salurkan BBM Subsidi

- detikFinance
Kamis, 26 Jan 2012 10:55 WIB
Kisah Perusahaan Orang Terkaya RI Sukses Salurkan BBM Subsidi
Jakarta - Perusahaan milik Soegiarto Adikoesoemo yaitu PT AKR Corporindo mendapat pujian dari anggota Komisi VII DPR RI karena suskses menyalurkan BBM subsidi. AKR memang telah dipercaya pemerintah beberapa tahun terakhir menyalurkan BBM subsidi.

Soegiarto Adikoesoemo masuk urutan ke-33 dari 40 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 770 juta versi Forbes 2011. Perusahaanya ini sangat ketat dan menerapkan sistem kontrol yang canggih dan apabila ada penyelewengan langsung dapat diketahui.

Dalam pemaparan manajemen PT AKR dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VII, Rabu (25/1/2012). AKR menerapkan Sistem Point of Sales (POS) dan Automatic Tank Gauging (ATG).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini kami ditunjuk oleh BPH Migas untuk menyalurkan Bahan Bakar Tertentu yakni Solar khususnya kepada nelayan. Dalam pengawasannya kami sangat kontrol ketat, salah satunya dengan sistem POS dan ATG," ujar Direktur Perusahaan PT AKR Corporindo Tbk, Jimmy Tandyo.

Diterangkan Jimmy, seperti POS, sistem tersebut langsung mencatat nomot ID pengguna (plat nomer kendaraan) saat pengisian.

"Tidak hanya itu secara otomatis slip transaksi akan tercetak setelah selesai pengisian dan data dikirim secara otomatis pula ke kantor pusat/cabang hanya beberapa detik setelah slip transaksi tercatat, jadi baik pusat maupun cabang bisa mengawasi penuh setiap transaksi," ungkap Jimmy.

Kemudian lanjut Jimmy, dengan ATG, pihaknya dapat langsung memonitor stok harian dan membandingkan dengan data transaksi harian. "Ini sebagai dasar pengisian ulang guna menghindari kelangkaan," ucapnya.

Pihaknya juga membuat regulasi, tiap hari truk yang mengisi solar maksimal 200 liter/hari/transaksi dan premium maksimal 70 liter/hari/transaksi. "Kita juga membatasi per transaksi untuk bensin maksimal Rp 300 ribu dan pembatasan transaksi harian maksimal 2kali/hari," ungkap Jimmy.

Pihaknya juga melakukan sistem penyaluran tertutup untuk nelayan. "Melalui koperasi nelayan bisa mendapatkan bantuan khusus untuk solar, khusus untuk petani harus mendapatkan surat rekomendasi dari kepala desa maupun camat, dan yang terpenting setiap transaksi tercatat di dalam kartu kendali," jelasnya.

Semuanya yang dilakukan pihaknya kata Jimmy, sangat memudahkan untuk pengawasan BBM bersubsidi. Di 2011 saja sudah ada 2 SPBU dan SPBN (untuk nelayan) ditindak.

"Pertama di SPBN Gabion di Medan, kami temukan sedang menjual 5 kl solar tidak melalui dispenser, kita langsung bekukan operasionalnya, kedua di SPBU Padang Cermin, Lampung, ditemukan penyaluran BBM ke Jerigen di atas mobil bak terbuka, kita langsung sanksi dengan pembatasan 70% dari kuota harian," ungkap Jimmy.

Tahun 2011 lalu, AKR mendapat tugas menyalurkan BBM bersubsidi di 19 Kabupaten/kota di 6 provinsi dengan total 31 SPBU dan SPBN, total mencapai 103.220 KL dengan rincian Solar 90.810 KL, Premium 12.410 KL.


(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads