Plt Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Rofianto Kurniawan menyebutkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di Jawa-Bali dengan kuota 40 juta kilo liter hanya akan menghemat Rp 8 triliun. Sementara pembatasan BBM bersubsidi dengan kuota yang ditetapkan sebanyak 37,5 juta kilo liter bisa menghemat anggaran sebesar Rp 16 triliun.
"Pembatasan di Jawa Bali menghemat Rp 7,8-8 triliun untuk kuota 40 juta kilo liter dan berhasil menghemat Rp 16 triliun dengan kuota 37,5 juta inflasi 0,8 persen," ujarnya saat ditemui di Kantor Indika Energy, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (27/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila menaikkan BBM dari Rp 4.500 ke Rp 5.500, Rp 2,1 triliun per 100 rupiah, maka dihemat Rp 21 triliun," pungkasnya.
(nia/dru)











































