Bensin Premium Naik Rp 1.000, APBN Hemat Rp 21 Triliun

Bensin Premium Naik Rp 1.000, APBN Hemat Rp 21 Triliun

- detikFinance
Jumat, 27 Jan 2012 18:07 WIB
Bensin Premium Naik Rp 1.000, APBN Hemat Rp 21 Triliun
Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dapat menghemat anggaran lebih besar dibandingkan dengan pemberlakuan pembatasan BBM. Jika harga BBM naik Rp 1.000 saja maka terjadi penghematan anggaran hingga Rp 21 triliun.

Plt Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Rofianto Kurniawan menyebutkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di Jawa-Bali dengan kuota 40 juta kilo liter hanya akan menghemat Rp 8 triliun. Sementara pembatasan BBM bersubsidi dengan kuota yang ditetapkan sebanyak 37,5 juta kilo liter bisa menghemat anggaran sebesar Rp 16 triliun.

"Pembatasan di Jawa Bali menghemat Rp 7,8-8 triliun untuk kuota 40 juta kilo liter dan berhasil menghemat Rp 16 triliun dengan kuota 37,5 juta inflasi 0,8 persen," ujarnya saat ditemui di Kantor Indika Energy, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (27/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, jika pemerintah mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM per Rp 100 maka anggaran negara yang bisa dihemat sekitar Rp 2,1 triliun sehingga kalau dinaikkan sebesar Rp 1.000 maka anggaran yang dihemat sebesar Rp 21 triliun.

"Bila menaikkan BBM dari Rp 4.500 ke Rp 5.500, Rp 2,1 triliun per 100 rupiah, maka dihemat Rp 21 triliun," pungkasnya.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads