BP Migas Dukung Pertamina 'Borong' Semua Minyak Dalam Negeri

BP Migas Dukung Pertamina 'Borong' Semua Minyak Dalam Negeri

- detikFinance
Senin, 30 Jan 2012 11:10 WIB
Jakarta - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan terus mendorong agar perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia (kontraktor kontrak kerjasama/KKKS) menjual minyak mentahnya kepada Pertamina. Ini sejalan dengan keinginan Pertamina memborong semua minyak mentah milik KKKS.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana dalam keterangannya kepada detikFinance, Senin (30/1/2012).

"Pada dasarnya kita sangat mendukung hal ini. Selama inipun kami selalu mendorong agar KKKS menjual minyaknya ke Pertamina. Tapi Pertamina tidak selalu mau mengambilnya, entah karena alasan teknis seperti jadwal kapal atau spesifikasi minyak yang tidak cocok dengan kilang Pertamina atau pertimbangan komersial (soal harga, volume, dan sebagainya)," tutur Gde.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun menyatakan pihaknya meminta KKKS agar bersedia menjual minyak mentah bagian mereka untuk diolah di kilang-kilang Pertamina. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dari kemungkinan terjadinya krisis minyak jika situasi di Selat Hormuz memanas dan juga untuk menjaga ketahanan energi Indonesia.

Harun menyampaikan Pertamina di samping telah mengirimkan surat kepada BP Migas, juga telah mengirimkan surat permintaan pembelian minyak mentah domestik kepada seluruh KKKS yang masih mengekspor minyak mentah bagian mereka. Harga yang ditawarkan melebihi harga pasar.

Saat ini, lanjutnya, kilang-kilang Pertamina telah mengolah seluruh minyak mentah produksi Pertamina dan bagian pemerintah yaitu sebanyak 534 ribu barel per hari (bph). Selain itu, Pertamina juga membeli langsung bagian KKKS sebanyak 3.500 bph.

Harun menyampaikan Pertamina juga berencana menyerap seluruh hasil produksi minyak mentah yang menjadi bagian KKKS yang beroperasi di Indonesia. Total minyak mentah bagian KKKS yang diekspor selama ini mencapai sekitar 210 ribu bph.

Minyak mentah yang ingin dibeli Pertamina dan saat ini masih diekspor KKKS adalah jenis Sumatera Light Crude 64 ribu bph, Duri 81 ribu bph, Arjuna 4 ribu bph, Cinta 9 ribu bph, Widuri 9 ribu bph, Ataka 6 ribu bph, Handil 5 ribu bph, Belida 4 ribu vph, Geragai 3 ribu bph, Kaji 8 ribu bph, dan Senipah 30 ribu bph.

Pertamina juga telah menyiapkan peta jalan bagi upaya peningkatan ketahanan BBM nasional dengan rencana upgrading dan juga pembangunan kilang baru hingga 2018.

Beberapa proyek seperti refurbishment Plaju, Kerro Treater Dumai-BLPP, RFCC Cilacap-Program Langit BiruCilacap, Bottom Upgrading BLPP, revamping Dumai dan pembangunan dua kilang baru di Balongan, Jawa Barat, dan Tuban Jawa Timur akan meningkatkan produksi BBM nasional dari 40,6 juta kiloliter (KL) per tahun saat ini menjadi 66,7 juta KL per tahun di 2018.

Gde menambahkan, untuk menambah ketahanan minyak nasional yang terutama perlu dilakukan adalah memperbesar cadangan nasional dengan menggiatkan eksplorasi dalam negeri dan eksplorasi serta akuisisi cadangan-cadangan di luar negeri.

"Akuisisi Pertamina terhadap cadangan dalam negeri hanya akan menambah cadangan Pertamina, tapi tidak menambah cadangan nasional," kata Gde.
(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads