Direktur Hulu Direktorat Jendral Kementerian ESDM A.Edy Hermantoro mengatakan keenam kota yang saat ini sudah menikmati gas bumi rumah tangga diantaranya, Palembang, Surabaya, Bekasi, Depok, Medan dan Blora.
"Pada 2008 kita sudah selesaikan front end engineering design (FEED) untuk bisa distribusikan gas bumi ke pelanggan rumah tangga di enam kota tersebut, dan pada 2009 kita juga sudah selesaikan pembangunan jaringan gas bumi di Palembang," ujar Edy pada Raker Melalui Video Conference KESDM Dengan Walikota Palembang, Surabaya, dan Tarakan dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Pembangunan Jaringan Gas Bumi Untuk Rumah Tangga, Selasa (31/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan di Surabaya khususnya Kelurahan Kali Rungkut dan Rungkut Kidul sudah dialiri 2.900 rumah dengan mengandalkan pasokan dari Lapindo Brantas sebesar 2 mmscfd," ungkapnya.
Di Tarakan, yang sudah 116 tahun penghasil gas, baru tahun 2010 sekitar 3.366 rumah tangga sudah bisa menikmati gas bumi, dengan pasokan dari Medco E&P sebanyak 0,7 mmscfd.
Dirjen Migas, Evita hernawati Legowo, menambahkan pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga ini memang lebih diutamakan didaerah yang memiliki potensi gas bumi.
"Akan sukar jika kita mengembangkan gas bumi untuk rumah tangga tetapi didaerahnya tidak memiliki potensi gas bumi. Dan harganya pun terlampau jauh lebih mahal," katanya.
Sementara bagi daerah yang memiliki gas bumi, penggunaan gas sangat besar manfaatannya. Dari sisi efesiensi penggunaan gas bumi jauh lebih hemat dari pada gas LPG.
"Gas bumi sangat efesien, lebih aman bahkan lebih hemat dibandingkan menggunakan gas LPG apalagi minyak tanah," katanya.
Pemerintah lanjut Evita, saat ini terus berupaya mengurangi energi minyak. Sesuai Perpres 5 tahun 2006, energi mix Indonesia masih 50% menggunakan minyak bumi. "Dengan besarnya potensi gas bumi Indonesia, sementara minyak bumi cenderung terus berkurang, maka, program ini akan terus pemerintah galakkan," tandas Evita.
Dari Raker Melalui Video Conference tersebut juga bagaimana respon warga yang telah merasakan manfaat gas bumi sangat besar. Bahkan ada 'kecemburuan' daerah lain yang tidak kebagian pemasangan gas bumi. Menurut Ahmad, warga Rungkut Kidul, Surabaya mengatakan, adanya gas bumi sangat menguntungkan dirinya.
"Selain aman, bersih dan hemat, harganya lebih murah dibandingkan bahan bakar lain termasuk LPG, bahkan bagi yang mempunyai usaha, penggunaan gas bumi untuk usahanya bisa menghemat 50% biaya produksi," tandas Ahmad.
(hen/hen)











































