Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
"Pasalnya, pembangunan jaringan diperkotaan capex (belanja modal) sangat tinggi dibandingkan daerah yang sedang berkembang, beda capex nya melonjak 400%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi pembayaran PBB untuk pipa yang letaknya di dalam tanah pun tiap tahun selalu naik. "Dukungan yang minim dari pemerintah untuk bangun jaringan diperkotaan, apalagi pajak pipa yang pada dasarnya ada di dalam tanah tiap tahun naik, sehingga hitungan kami biayanya jauh lebih tinggi dari pada kami bangun di daerah yang berkembang," ulasnya.
Kendala lainnya yang membuat tambah sulitnya pengembangan jaringan diperkotaan, yakni jam kerja proyek yang pendek.
"Alat kita besar, masuk baru jam 20.00, baru mulai kerja dan selesai pada jam 03.00, jam 04.00 peralatan harus rapi lagi jangan sampai menganggu jalan, ini tentunya memakan biaya besar," tandasnya.
(dnl/dnl)










































