Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur Pertamina EP Syamsu Alam dalam keterangannya yang dikutip dari situs BP Migas, Rabu (1/2/2012).
"Kami bersyukur minyak dan gas bumi yang cukup besar berhasil ditemukan di Tiung Biru. Semoga penemuan ini bisa menambah optimisme kegiatan eksplorasi migas di Indonesia," kata Syamsu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penemuan minyak dan gas bumi tersebut dibuktikan melalui uji kandungan lapisan (UKL)-1B pada sumur Tiung Biru (TBR)-2ST dengan interval 2.174-2.179 m dan 2.169-2.172 di Formasi Kujung pada jepitan 48/64 inchi. Uji kandungan lapisan ini merupakan salah satu dari enam UKL yang telah disetujui oleh BP Migas.
Untuk mendorong peningkatan produksi minyak, Pertamina EP mempercepat pengembangan struktur Tiung Biru melalui program POP (Put on Production) dari sumur TBR-1ST, dengan target produksi 210 bph, yang akan dicapai pada kuartal II-2012, serta mengajukan sumur TBR-2ST untuk dapat diproduksikan dengan skema produksi yang sama melalui POP, dengan target produksi 1.000 bph.
Dari hasil Pemboran sumur eksplorasi TBR-1ST, yang telah dilakukan pada 2009 yang lalu, diperoleh temuan minyak, kondensat, dan gas. Selanjutnya, guna menilai keberadaan hidrokarbon di struktur Tiung Biru, BP Migas telah menyetujui pemboran 2 sumur penilaian (appraisal wells), yaitu TBR-2ST dan TBR-3.
Pemboran sumur Tiung Biru-2ST yang merupakan sumur miring (deviated well) dibor pada sisi utara dari struktur Tiung Biru, ditajak pada 7 Oktober 2011, hingga kedalaman akhir 2.206 mMD, dengan hasil temuan minyak dan gas.
Kegiatan Eksplorasi PAFE Tiung Biru bertujuan untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon di struktur Tiung Biru yang akan menjadi landasan dalam proses Unitisasi Tiung Biru-Jambaran antara PT Pertamina EP dan Mobil Cepu Ltd. Dari hasil uji lapisan minyak yang berhasil pada Formasi Kujung membuktikan bahwa selain gas, cadangan minyak yang ada juga dapat memberikan hasil yang signifikan.
(dnl/hen)











































