Harga Minyak Tembus US$ 115, Waspada Subsidi Bengkak

Harga Minyak Tembus US$ 115, Waspada Subsidi Bengkak

- detikFinance
Jumat, 03 Feb 2012 11:22 WIB
Harga Minyak Tembus US$ 115, Waspada Subsidi Bengkak
Jakarta - Di Januari 2012, harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) rata-rata sudah menembus US$ 115,91 per barel atau di atas asumsi perhitungan APBN 2012 yang sebesar US$ 90 per barel. Anggaran subsidi bisa bengkak.

Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, Jumat (3/2/2012), harga minyak mentah rata-rata Indonesia ini naik US$ 5,21 per barel dibandingkan Desember 2011 yang sebesar US$ 110,70 per barel.

Sementara harga Minas/SLC mencapai US$ 118,38 per barel atau naik US$ 5,86 per barel dari US$ 112,52 per barel pada Desember 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan harga minyak ini sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu kekhawatiran pasar atas kondisi geopolitik di Timur Tengah akibat isu nuklir Iran serta potensi terganggunya pasokan minyak Nigeria akibat ancaman dari serikat pekerja untuk menutup fasilitas produksi karena kebijakan pencabutan subsidi BBM.

Faktor lain yang mempengaruhi peningkatan harga minyak adalah berdasarkan laporan Centre for Global Energy Studies (CGES), persediaan minyak mentah dunia turun sehingga saat ini stok hanya cukup untuk 63 hari dan respons positif dari pasar minyak mentah dunia akibat menurunnya kekhawatiran atas krisis utang zona Eropa, setelah keberhasilan lelang surat utang yang dilakukan oleh Pemerintah Italia, Perancis, dan Spanyol.

"US Federal Reserve menetapkan suku bunga rendah hingga tahun 2014 untuk membantu pemulihan ekonomi Amerika, juga memperkuat harga minyak internasional," kata Tim Harga Minyak itu seperti dikutip dari situs ditjen migas, Jumat (2/3/2012)

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan minyak mentah jenis direct burning dari Jepang dan Korea Selatan yang digunakan sebagai pembangkit listrik selama musim dingin dan membaiknya perekonomian China yang ditunjukkan dengan meningkatnya PDB, produksi, serta penjualan barang-barang ritel.

Berikut perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional di Januari 2012, sebagai berikut:


  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 1,74 per barel dari US$ 98,58 per barel menjadi US$ 100,32 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 3,73 per barel dari US$ 107,72 per barel menjadi US$ 111,45 per barel.
  • Tapis (Platts) naik sebesar US$ 2,81 per barel dari US$ 115,82 per barel menjadi US$ 118,63 per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 4,45 per barel dari US$ 107,34 per barel menjadi US$ 111,79 per barel.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan, harga minyak mentah saat ini telah menembus US$ 100 per barel atau di atas perhitungan APBN 2012 yang sebesar US$ 90 per barel. Ini bakal membuat anggaran subsidi energi menembus Rp 200 triliun.

Sementara Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan kika harga minyak naik US$ 1 per barel dari asumsi yang US$ 90 per barel, maka dana subsidi bakal membengkak Rp 800 miliar.

Sampai saat ini pemerintah masih bingung langkah apa yang akan dilakukan untuk menahan laju lonjakan subsidi BBM akibat kenaikan harga minyak dunia. Apakah konsumsi BBM akan dibatasi atau BBM subsidi akan dinaikkan harganya sebesar Rp 1.000 per liter.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads