Duh! Elpiji 3 Kg Langka di Lombok

Duh! Elpiji 3 Kg Langka di Lombok

- detikFinance
Jumat, 03 Feb 2012 12:25 WIB
Duh! Elpiji 3 Kg Langka di Lombok
Mataram - Peredaran elpiji 3 kg sepekan terakhir mengalami kelangkaan di Lombok hingga ke tingkat pengecer. Bahkan banyak kendaraan pengangkut elpiji 3 Kg yang mengantre di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) selama 8 hari.

Sementara itu, pasokan elpiji ke Lombok melalui Depo Pertamina di Manggis, Bali, tak bisa dilakukan akibat cuaca buruk di Selat Lombok.

"Karena cuaca buruk, kapal yang mengangkut elpiji ditunda penyeberangannya hingga lima hari ke depan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Barat Joko Wiratno di Mataram, Jumat (3/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertamina saat ini memasok kebutuhan elpiji 3 Kg di Lombok dengan mengangkut elpiji dari Depo Pertamina Manggis, Bali, menggunakan mobil tangki. Pertamina saat ini baru mempersiapkan Depo Elpiji di Lombok dengan investasi Rp 3 triliun. Sebelum depo beroperasi, pasokan elpiji ke Lombok harus bergantung kondisi cuaca di Selat Lombok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Imam Maliki di tempat terpisah mengatakan, kapal penyeberangan khusus untuk elpiji tidak berani diberangkatkan dari Bali, karena amat riskan.

Pekan lalu misalnya, kapal penyeberangan feri penumpang Andika Nusantara yang berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat harus terdampar di pulau terpencil, akibat terhempas gelombang setinggi tiga meter. Kapal miring akibat muatan kendaraan bergeser, penumpang akhirnya dievakuasi Tim SAR.

Pantauan detikFinance, di SPPBE Delta Adiguna, Kota Mataram, truk-truk pengangkut elpiji mengular hingga lebih dari satu kilometer. Truk-truk itu bahkan ada yang sudah mengantre hingga delapan hari, untuk pengisian tabung elpiji 3 kg.

Machsoen Ridwainy, salah seorang agen elpiji mengatakan, pihaknya sudah menghentikan pasokan elpiji ke pangkalan dalam sepekan terakhir.

"Elpiji tidak ada. Kami mau distribusikan apa. Kendaraan kami di SPPBE Kota Mataram dan SPPBE Lembar, Lombok Barat, masih ngantre sampai sekarang. Sudah sepekan, belum ada barangnya," katanya.

Saat ini di Lombok, rumah tangga penerima paket konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg mencapai 676.883 rumah tangga, dan pengguna elpiji untuk usaha mikro kecil mencapai 2.188 orang.

Kebutuhan harian elpiji di Lombok mencapai 90 metrik ton. Kebutuhan itu hanya dipasok oleh dua SPPBE, dengan kapasitas terbatas yakni SPPBE milik PT OM Agus di Lembar, Lombok Barat dan SPPBE PT Delta Adiguna di Kota Mataram. Dua SPPBE lainnya di Lombok Timur dan Lombok Tengah saat ini belum rampung.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads