Exxon Incar Proyek Shale Gas di Indonesia

Exxon Incar Proyek Shale Gas di Indonesia

- detikFinance
Senin, 06 Feb 2012 13:23 WIB
Exxon Incar Proyek Shale Gas di Indonesia
Jakarta - Perusahaan minyak raksasa asal AS, Exxon Mobil tertarik berinvestasi di proyek shale gas. Exxon bekerjasama dengan partner lokal dalam membantu studi terkait potensi shale gas di Indonesia.

Demikian disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo dalam acara The 2nd Indonesia-US Energy Investment Roundtable di Jakarta, Senin (6/1/2012).

Exxon Mobil merupakan salah satu diantara 15 perusahaan yang mengajukan join study shale gas di Indonesia. Targetnya regulasi shale gas akan keluar tahun ini, serta hasil satu joint study-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Exxon tapi dia sama domestik juga. Mereka akan lakukan studi. Sampai saat ini, sudah ada 15 aplikasi joint study. Kemudian kita akan lihat hasilnya," kata Evita.

Ia menambahkan, shale gas menjadi salah satu sumber gas non konvensional yang tengah dikembangkan pemerintah, selain CBM dan tied gas. Namun pemerintah belum memastikan kapan tender shale gas terlaksana, karena dianggap masih terlalu dini.

"Studi abis itu tender langsung, atau dicoba dulu, kami belum putuskan," tuturnya.

Ketertarikan investor AS karena mereka terbukti berhasil mengembangkan shale gas. AS yang sebelumnya harus mengimpor gas itu, di 2014 mendatang tidak perlu melakukannya lagi karena kebutuhannya telah dipenuhi oleh shale gas

Wakil Menteri Energi AS, David Sandalow menyampaikan, negaranya melakukan revolusi dalam mencari energi gas baru. Dengan dukungan teknologi tinggi, shale gas kini menjadi salah satu penopang energi untuk masyarakat AS. Kini pasokan gas yang bersumber dari non konvensional mampu mengcover 26% dari total produksi gas AS.

"Kami menyebut America's shale gas revolution. Revolusi karena adanya teknologi, hingga ada dua kombinasi ini," tambah David.

Hari ini pun rencananya akan ada diskusi antara Kementerian ESDM dengan kementerian energi AS guna membahas unconventional gas. Diharapkan terjadi pertukaran mulai dari harga sehingga lingkungan dari gas alternatif ini. Potensi sumber shale gas, lanjut Evita, paling tinggi terdapat di Sumatera dan Kalimantan. Jawa juga ada meski potensinya jauh lebih rendah.

Shale gas adalah gas yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau tempat terbentuknya gas bumi. Proses yang diperlukan untuk mengubah batuan shale menjadi gas membutuhkan waktu sekitar 5 tahun. Pemerintah saat ini tengah menyusun aturan hukum pengembangan shale gas.

Berdasarkan hasil identifikasi pemerintah, saat ini terdapat 7 cekungan di Indonesia yang mengandung shale gas dan 1 berbentuk klasafet formation. Cekungan terbanyak berada di Sumatera yaitu berjumlah 3 cekungan, seperti Baong Shale, Telisa Shale, dan Gumai Shale. Sedangkan di Pulau Jawa dan Kalimantan, shale gas masing-masing berada di 2 cekungan. Di Papua, berbentuk klasafet formation.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads