Anggito Pesimistis Masyarakat Mau Pakai BBG

Anggito Pesimistis Masyarakat Mau Pakai BBG

- detikFinance
Kamis, 09 Feb 2012 18:42 WIB
Anggito Pesimistis Masyarakat Mau Pakai BBG
Jakarta - Kebijakan pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih dari BBM ke BBG diragukan bakal berhasil. Harga BBM subsidi yang masih murah membuat masyarakat malas menggunakan BBM subsidi.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada Anggito Abimanyu dalam Diskusi ILUNI UI bertajuk 'Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi, Pembatasan atau Kenaikan Harga', Gedung FKUI Salemba, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Dijelaskan Anggito, perbedaan harga antara bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan gas tidak rasional. Harga BBM bersubsidi justru lebih murah dari BBG saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perbedaan harga CNG (compressed natural gas) harga Rp 4.100 dan LGV (liquefied gas for vehicle) harganya Rp 5.500 per liter, BBM bersubsidi Rp 4.500," ujar Anggito.

Selain itu, Anggito menambahkan keamanan dan kelaikan dari converter kit untuk BBG belum teruji. Belum lagi infrastruktur SPBG di Indonesia masih sangat minim dan tidak merata.

"Dan juga dengan diterapkannya konversi gas maka garansi ATPM (agen tunggal penjual merek) bisa dicabut," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Anggito, pemerintah harus menaikkan harga BBM bersubsidi Rp 500-Rp 1.000 per liter dan anggaran penghematan subsidi dapat diberikan insentif untuk BBG.

"BBG bukan opsi tetapi wajib bagi bahan bakar terjangkau, aman, dan ramah lingkungan," pungkasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads