Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan, perseroannya merugi Rp 0,5 triliun ketika menjual BBM bersubsidi dan rugi juga ketika menjual elpiji non-subsidi sebesar Rp 3,8 triliun.
"Namun walau mengalami kerugian ketika memasarkan BBM PSO dan elpiji non PSO, Pertamina secara total masih mengalami keuntungan yakni sebesar Rp 21 triliun, salah satunya dari penjualan elpiji bersubsidi yakni sebesar Rp 3 triliun," ujar Karen pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (14/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait kerugian penjualan BBM bersubsidi ini disebabkan adanya mismatch antara penerimaan yang dihitung berdasarkan Mid Oil Platts Singapore (MOPS) bulan sebelumnya serta biaya yang dihitung dengan menggunakan harga crude bulan berjalan," jelas Karen.
Sementara, kerugian penjualan elpiji Non subsidi karena peningkatan biaya elpiji yang dipicu naiknya harga pembelian elpiji tidak diimbangi dengan peningkatan/penyesuaian harga jual.
"Ini terutama untuk LPG 12 KG yang belum mencapai harga keekonomian sementara kami dilarang menaikan harga," tandas Karen.
(hen/hen)











































