Bensin Premium Harusnya Naik Jadi Rp 6.500/Liter

Bensin Premium Harusnya Naik Jadi Rp 6.500/Liter

- detikFinance
Minggu, 19 Feb 2012 15:16 WIB
Bensin Premium Harusnya Naik Jadi Rp 6.500/Liter
Jakarta - Dengan harga minyak menembus US$ 120 per barel maka harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seharusnya bisa mencapai Rp 6.500 per liter. Harga tersebut tercapai jika pemerintah memberlakukan subsidi tetap sekitar Rp 3.000 per liter.

Melihat perkembangan harga minyak saat ini di mana ICP rata-rata US$ 115 per barel dan harga minyak dunia yang menembus US$ 120 per barel, Pengamat Energi Pri Agung Rakhmanto menilai adanya rencana pemerintah untuk menerapkan subsidi tetap (fixed subsidy) dalam APBN-P merupakan tindakan yang baik. Hal ini, lanjutnya, guna menjaga agar anggaran belanja subsidi menjadi stabil dan tidak terpengaruh oleh pergerakan harga minyak dunia.

"Walaupun inflasi akan terasa, tapi dampaknya hanya dalam 3-4 bulan pertama, tetapi bulan-bulan selanjutnya akan terbiasa," ujar Pri kepada detikFinance, Minggu (19/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan subsidi tetap yang diperkirakan Rp 3.000 per liter, Pri memperhitungkan harga BBM bersubsidi bisa mencapai Rp 6.500 saat ini. Pasalnya, harga ICP mulai bergerak ke level US$ 120 per barel.

"Kalau ada subsidi tetap ini kan harga naik turun. Nah, kalau harga minyak mencapai US$ 120 per barel maka kita memperhitungkan harga BBM bersubsidi bisa mencapai Rp 6.500. Itu kalau subsidi yang diberikan pemerintah Rp 6.000," jelasnya.

Sementara, jika harga minyak berada pada kisaran US$ 80 per barel, maka dengan subsidi pemerintah sebesar Rp 3.000 maka harga BBM bersubsidi sebesar Rp 4.500.

"Kalau yang harganya Rp 4.500, itu tandanya harga minyaknya USD 80 per barel," tambahnya.

Pri menjelaskan pihaknya sendiri memperhitungkan perlunya kenaikan harga BBM pada kisaran Rp 500-1.500 guna mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia.

"Kita itu sudah ada hitung-hitungannya, yaitu kenaikan BBM dari Rp 500 sampai Rp 1.500," pungkasnya.
(nia/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads