"Nanti rencananya secara bertahap pindah ke gas, tapi kita nggak ngebut, converter kit harus bersamaan memasang 250 mobil nggak seperti itu, ada data yang kami dapat bahwa Malaysia melakukan konversi 41.000 mobil dalam waktu 17 tahun, kita harus lebih kenceng larinya," kata Wacik kepada wartawan di kantornya, Senin (20/2/2012)
Ia mengatakan sudah melakukan pertemuan dengan komisi VII DPR-RI yang intinya menugaskan pemerintah untuk menyusun roadmap soal program konversi tersebut. Ia memastikan kalau program ini sudah menjadi niat serius pemerintah dengan pertimbangan BBM makin mahal dan produksi minyak Indonesia terus berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan hasil kesepakatan pemerintah dan DPR bahwa terkait dengan perubahan subsidi termasuk kebijakan lainnya terkait BBM akan melalui mekanis APBN-Perubahan yang disepakati pemerintah dan DPR. "Kalau Perpu itu nggak menarik, tapi APBN-P itu yang menarik. nanti kedepanyya akan raker lagi dengan komisi VII," katanya.
(hen/ang)











































