Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik di Istana Negara, Selasa (21/2/2012).
"Opsi dari aspirasi yang muncul di masyarakat yaitu opsi menaikkan harga. Jadi diturunkan subsidinya dengan cara dinaikkan harganya. Sekarang ini sedang dihitung, yang terbaik, yang paling mungkin, yang paling bisa dijangkau daya beli rakyat," ujar Jero.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun tiga opsi yang disiapkan selain kenaikan harga BBM subsidi adalah konversi BBM ke BBG, dan pembatasan konsumsi BBM subsidi dengan melarang mobil pribadi menggunakan bensin premium.
"Jadi mestinya sebelum 1 April sudah clear. Karena 1 April batas kita harus mengambil keputusan," tukas Jero.
Sebelumnya anggota Komisi XI DPR Satya W. Yudha mengatakan, dalam rapat dengan pemerintah, ada 3 hal yang dibahas Menteri ESDM Jero Wacik dengan Komisi VII DPR. Konversi BBM ke BBG, lalu pembatasan konsumsi BBM subsidi, dan terakhir adalah kenaikan harga BBM bersubsidi Rp 500-1.500 per liter.
"Perpindahan BBM ke BBG kompleksitasnya tinggi, sementara mengganti premium ke pertamax (pembatasan BBM subsidi) itu bakal menggugat keadilan. Pemerintah sadar tingkat kesulitannya tinggi. Jadi muncullah wacana ketiga yaitu mengurangi beban (subsidi) harga premium atau artinya menaikkan harga premium," tutur Satya.
(dnl/hen)











































