"MR (M.Riza) atau global, siapapun silahkan datang, tapi kalau tidak bisa masuk sistem kita maka tidak bisa," tegasnya saat ditemui di Kantor Petral, Singapura, Kamis (23/2/2012).
Nawazir mengaku memang banyak pihak yang mau mengintervensi perusahaannya. Namun, ia yakin dengan sistem yang kuat maka perusahaannya dapat menjaga independensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nawazir mengaku adanya mafia dalam perdagangan merupakan sesuatu yang lazim. Namun dia tidak melihat adanya mafia dalam proses tender di Petral. "Pedagang pasti cari cara untuk dapat untung. Kalau saya tidak melihat adanya mafia minyak di sini (Petral), tapi di sistem trading sudah sangat lazim," pungkasnya.
Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan sering mendengar isu yang menyatakan Petral dipakai sebagai tempat korupsi. "Apakah ada permainan atau tidak. Saya juga menanyakan statusnya, kenapa Pertamina punya anak perusahaan di Singapura?" tegas Dahlan beberapa waktu.
Ada isu juga yang mengatakan Petral sulit dikontrol karena berada di Singapura dan banyak tuduhan adanya kongkalikong dengan pihak tertentu dengan cara mengambil keuntungan ada setiap barel BBM yang dibeli Petral.
Petral merupakan anak usaha Pertamina yang berbasis di Singapura. Petral kerap membeli minyak mentah dari Pertamina yang tidak bisa diolah di dalam negeri. Minyak mentah tersebut dijual di Singapura dan dibeli negara-negara yang membutuhkan. Petral juga melakukan impor BBM untuk keperluan Pertamina di dalam negeri.
"Ada tuduhan bahwa ada komisi yang diterima orang-orang tertentu berapa dolar per barel," jelas Dahlan.
(nia/hen)











































