Hal ini disampaikan JK usai menghadiri Gala Dinner HUT ke-39 Bosowa Group, di hotel Sahid Jaya, Makassar, Sabtu (25/2/2012).
"Hanya dengan cara menaikkan harga BBM kita bisa memperbaiki perekonomian bangsa, kita bisa mengurangi beban pemerintah, naiknya Rp 2.000 oke, masih dapat dijangkau," ujar saudagar Bugis pemilik Kalla Group ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan soal diterima atau tidak oleh publik, mau baik infrastruktur atau tidak, kalau subsidi BBM tinggi, tidak mungkin kita bisa perbaiki jalan, pilihannya di situ," pungkas JK.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Istana Negara, rabu lalu (22/2/2012), menyebutkan pemerintah terpaksa akan menaikkan harga BBM bersubsidi untuk menekan anggaran subsidi BBM dalam APBN yang angkanya akan membengkak.
"Dari apa yang berkembang sekarang ini maka konstruksi kebijakan yang akan kita tempuh, bagaimanapun jangka menengah dan jangka panjang itu konversi dari BBM ke BBG terus kita lakukan. Kedua, Harga BBM mau tidak mau tentu mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat, kenaikan tertentu," tandas SBY waktu itu.
(mna/hen)











































