Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo, mencoba memberikan perbandingan harga BBM di Indonesia dengan negara yang selama ini menjadi lumbung minyak dunia.
"Ya bisa murah sekali, kalau di Iran cuma Rp 4.000/liter tapi kalau di Arab Saudi bisa Rp 2.000/liter, tapi disana minyak-nya banyak sekali, dikasih gratis juga nggak masalah," kata Widjajono di MNC Tower, Jakarta, Senin (27/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, volume kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia sangat tinggi dengan penduduk yang cukup besar dan pertumbuhan konsumsi BBM terus meningkat setiap tahun, disisi lain produksi minyak Indonesia terus melorot.
"Indonesia kan impor, disana makai buat penduduk saja cuma 20% jadi kalau dibuang juga nggak masalah, jadi jangan samakan kita sama orang yang kaya (Arab dan Iran)," katanya.
Sebagai catatan konsumsi minyak Indonesia per hari kurang lebih 1,2 juta barel, sementara produksi di dalam negeri rata-rata hanya 905.000 barel per hari. Dari jumlah itu sebanyak 700.000 beral yang baru bisa diolah menjadi BBM melalui kilang di dalam negeri, selebihnya harus impor.
(hen/dru)










































