Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto dalam acara seminar soal kenaikan BBM dan listrik di kantor DPP Golkar, Senin (27/2/2012)
Pri Agung mengatakan disisi lain dengan kenaikan harga BBM Rp 1.000-1.500 per liter maka akan mendorong inflasi 1%-1,6%. Kenaikan BBM dianggap relatif sederhana pelaksanaanya dan tidak membutuhkan infrastruktur dan pengawasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ia menambahkan dari sisi pengelolaan energi, kebijakan kenaikan harga BBM memperkecil disparitas harga BBM subsidi dan nonsubsidi, sehingga mengurangi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
"Dengan kondisi seperti ini, pemerintah tidak perlu ragu-ragu untuk naikikan harga BBM karena udah ada dasarnya," katanya.
Sementara itu mengenai kenaikan TDL, angka pastinya pun belum jelas apakah 5%, 10%, 15%. Namun ia memastikan menaikkan harga BBM dan listrik pada satu tahun bersamaan akan sangat memberatkan masyarakat.
(hen/ang)











































