Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun menyatakan, pada Kamis (23/12/2012) Pertamina selaku induk usaha Petral mengundang beberapa media untuk mengetahui proses pengadaan minyak mentah melalui mekanisme tender yang diadakan oleh Petral secara langsung.
Keterbukaan tersebut untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman di kalangan publik akibat pemberitaan yang dihembuskan oleh sumber yang tidak memiliki data dan informasi akurat dan mencitrakan Petral dengan sangat negatif, tanpa melihat berbagai upaya transformasi yang sudah dilakukan Petral selama ini.
"Di tengah acara berlangsung, ketika Presiden Direktur Petral Nawazir menyampaikan paparannya, salah seorang staf Petral mengabarkan jika ada beberapa orang yang menamakan dirinya dari 'Elemen Sarasehan Anak Negeri' berniat bertemu dengan pejabat Petral. Saya keluar ruangan untuk mempersilakan ‘tamu-tamu’ yang tidak terjadwal dan tidak diundang tersebut masuk ke dalam ruangan tempat tender terbuka dilangsungkan, di mana seluruh media yang diundang juga berada di dalamnya," kata Harun dalam klarifikasinya kepada detikFinance, Senin (27/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para ‘tamu’ tersebut dipersilakan duduk dan mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Presdir Petral. Dan dalam kesempatan tanya jawab, mereka juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan ketika itu ditanyakan mengenai kekalahan Socar dalam tender pengadaan minyak mentah Azeri, di mana PTT Thailand hampir selalu menjadi pemenang, dan mempertanyakan kekalahan tersebut apakah terkait dengan keberadaan M.Riza. Merespons pertanyaan tersebut, Presdir Petral Nawazir dan Head Of Trading Petral Bambang Irianto menjelaskan secara gamblang argumentasi mengenai pengadaan Azeri tersebut," kata Harun.
Dari runtutan peristiwa tersebut, lanjut Harun, jauh sekali dari kesan bahwa elemen anak negeri tersebut melakukan penggerebekan layaknya aparat hukum terhadap target operasinya.
Dalam kesempatan saat itu, Manajemen Petral melalui Head of Trading Petral Bambang Irianto langsung merespons Ade dan rekan-rekannya. Dia menjelaskan alasan dimenangkannya PTT Thailand karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan Socar.
"Januari 2010 Socar alfanya 4,42 dolar, PTT Thailand untuk Azeri 2,75 dolar. Bedanya hampir 1,67 dolar kalau sampai 900 barel per bulan, berapa bisa didapat untuk anak negeri. Pernah juga Socar 4,88 dolar, PTT 3,95 dolar hampir 1 dolar. Terakhir, yang lain 8-9 dolar, PTT bisa 5,4 dolar. Jadi tetap ambil PTT karena harga lebih bagus," ujarnya.
(dnl/hen)











































