Kronologi Kedatangan Mantan Anggota DPR ke Petral Versi Pertamina

Kronologi Kedatangan Mantan Anggota DPR ke Petral Versi Pertamina

- detikFinance
Senin, 27 Feb 2012 21:08 WIB
Kronologi Kedatangan Mantan Anggota DPR ke Petral Versi Pertamina
Jakarta - Mantan Anggota DPR-RI Ade Daud Nasution dan Boy Saur bersama kuasa hukumnya Jonhson Panjaitan nongol di kantor pusat Pertamina Energy Trading LTD (Petral) di Singapura, beberapa waktu lalu. Pertamina menolak mengatakan kedatangan tersebut sebagai 'penggerebekan'.

Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun menyatakan, pada Kamis (23/12/2012) Pertamina selaku induk usaha Petral mengundang beberapa media untuk mengetahui proses pengadaan minyak mentah melalui mekanisme tender yang diadakan oleh Petral secara langsung.
Keterbukaan tersebut untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman di kalangan publik akibat pemberitaan yang dihembuskan oleh sumber yang tidak memiliki data dan informasi akurat dan mencitrakan Petral dengan sangat negatif, tanpa melihat berbagai upaya transformasi yang sudah dilakukan Petral selama ini.

"Di tengah acara berlangsung, ketika Presiden Direktur Petral Nawazir menyampaikan paparannya, salah seorang staf Petral mengabarkan jika ada beberapa orang yang menamakan dirinya dari 'Elemen Sarasehan Anak Negeri' berniat bertemu dengan pejabat Petral. Saya keluar ruangan untuk mempersilakan ‘tamu-tamu’ yang tidak terjadwal dan tidak diundang tersebut masuk ke dalam ruangan tempat tender terbuka dilangsungkan, di mana seluruh media yang diundang juga berada di dalamnya," kata Harun dalam klarifikasinya kepada detikFinance, Senin (27/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harun menyampaikan kepada para elemen anak negeri tersebut mengenai agenda resmi perusahaan hari itu, bahwa Pertamina sengaja mengundang media untuk datang melihat langsung proses tender di Petral untuk menghindari prasangka buruk dan fitnah yang dialamatkan kepada Petral.

"Para ‘tamu’ tersebut dipersilakan duduk dan mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Presdir Petral. Dan dalam kesempatan tanya jawab, mereka juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan ketika itu ditanyakan mengenai kekalahan Socar dalam tender pengadaan minyak mentah Azeri, di mana PTT Thailand hampir selalu menjadi pemenang, dan mempertanyakan kekalahan tersebut apakah terkait dengan keberadaan M.Riza. Merespons pertanyaan tersebut, Presdir Petral Nawazir dan Head Of Trading Petral Bambang Irianto menjelaskan secara gamblang argumentasi mengenai pengadaan Azeri tersebut," kata Harun.

Dari runtutan peristiwa tersebut, lanjut Harun, jauh sekali dari kesan bahwa elemen anak negeri tersebut melakukan penggerebekan layaknya aparat hukum terhadap target operasinya.

Dalam kesempatan saat itu, Manajemen Petral melalui Head of Trading Petral Bambang Irianto langsung merespons Ade dan rekan-rekannya. Dia menjelaskan alasan dimenangkannya PTT Thailand karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan Socar.

"Januari 2010 Socar alfanya 4,42 dolar, PTT Thailand untuk Azeri 2,75 dolar. Bedanya hampir 1,67 dolar kalau sampai 900 barel per bulan, berapa bisa didapat untuk anak negeri. Pernah juga Socar 4,88 dolar, PTT 3,95 dolar hampir 1 dolar. Terakhir, yang lain 8-9 dolar, PTT bisa 5,4 dolar. Jadi tetap ambil PTT karena harga lebih bagus," ujarnya.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads