Anas: BLT Bisa Dikritik Sebagai 'Suap', Tapi Baik Untuk Rakyat

Anas: BLT Bisa Dikritik Sebagai 'Suap', Tapi Baik Untuk Rakyat

- detikFinance
Rabu, 29 Feb 2012 14:38 WIB
Anas: BLT Bisa Dikritik Sebagai Suap, Tapi Baik Untuk Rakyat
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan diberikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM subsidi sering dikritik. Tapi ini baik untuk rakyat.

Hal ini disampaikan oleh Anas dalam seminar 'Tinjauan Kebijakan Subsidi BBM' di kantor DPP Demokrat di Jakarta, Rabu (29/2/2012).

"Memang BLT bisa dikiritik sebagai uang suap untuk rakyat. Tapi kalau itu baik untuk rakyat, dikritik apapun ini tetap untuk rakyat. Kalau bermanfaat untuk rakyat, dikritik, biar masyarakat sendiri yang menjawab," tutur Anas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anas mengatakan, kenaikan harga minyak internasional saat ini menjadi isu penting karena akan menyangkut postur APBN. Anas menyatakan mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dan menghemat aloasi anggaran yang tidak penting.

"APBN yang sehat itu untuk menjamin pembangunan berjalan dengan baik. Program pro rakyat dapat alokasi yang cukup. Jika disimpulkan, tidak mungkin lagi harga BBM pada angka sekarang. Masalahnya berapa alokasi anggaran yang bisa dihemat, yang bisa dialokasikan untuk rakyat. Kata Pak Wacik (Menteri ESDM) kira-kira (harga BBM naik) Rp 1.500, dari situ bagaimana bisa dimanfaatkan langsung oleh rakyat," papar Anas.

Soal kenaikan harga BBM subsidi ini, Anas mengatakan memang tidak ada kebijakan yang mudah untuk diputuskan. Smeua harus dengan pertimbangan yang komprehensif.

"Kalau Pak Wacik doa di Pura Besakih siapa tahu harga minyak turun drastis lagi," tutup Anas.

Seperti diketahui, kemarin Menteri ESDM Jero Wacik secara resmi ke Komisi VII DPR, Menteri ESDM Jero Wacik mengajukan kenaikan harga BBM subsidi. Pemerintah minta harga bensin premium dan solar naik Rp 1.500/liter. Namun ini belum disetujui Komisi VII DPR.
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads