Rencana Kenaikan Harga BBM Sejak Desember, Tapi Dilarang SBY

Rencana Kenaikan Harga BBM Sejak Desember, Tapi Dilarang SBY

- detikFinance
Rabu, 29 Feb 2012 15:28 WIB
Rencana Kenaikan Harga BBM Sejak Desember, Tapi Dilarang SBY
Jakarta - Rencana kenaikan harga BBM subsidi ternyata sudah ada sejak Desember 2011 lalu karena harga minyak dunia sudah naik tinggi menyentuh US$ 100 per barel. Namun dilarang Presiden SBY.

Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik dalam seminar 'Tinjauan Kebijakan Subsidi BBM' di kantor DPP Demokrat di Jakarta, Rabu (29/2/2012).

"Harga minyak US$ 100 per barel waktu Desember. Jadi waktu itu sudah tertekan APBN. Dulu sudah ada pikiran untuk menyesuaikan harga premium. Tapi Bapak Presiden minta para menteri untuk cari jalan lain dan jangan gampang naikkan BBM," tutur Jero.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jero menambahkan, apabila tidak ada lagi jalan yang bisa dilakukan untuk menahan laju kenaikan subsidi akibat harga minyak melonjak, maka baru kenaikan harga BBM diambil.

"Kalau dibilang kenaikan BBM mudah, itu keputusan yang berat karena Presiden begitu cinta pada rakyat," jelas Jero.

Apabila harga BBM tidak naik, kata Jero, maka anggaran negara bakal makin berat dan rakyat ujung-ujungnya yang akan kena.

Saat ini Jero mengatakan, fokus pemerintah adalah membangun rakyat, sheingga rakyat menikmati tumbuhnya ekonomi. "Saya 7 tahun jadi Menbudpar menyatakan tidak ada gunanya turis banyak kalau rakyat tidak dapat. Sekarang saya menteri ESDM, nggak ada gunanya batubara melimpah kalau rakyat sekitarnya tidak dapat," kata Jero.

Diakui Jero, pemerintah telah mengusulkan ke DPR aga harga bensin premium dan solar naik menjadi Rp 6.000 per liter atau berarti naik Rp 1.500 per liter.

"Pemerintah ingin kalau suatu saat kantong kita mengempes, maka jangan kantong kempes itu disulitkan pada rakyat saja. Pemerintah harus menanggung. Menteri harus mengalah sama rakyat, APBN saya sudah dipotongin dan saya ikhlas, kalau nggak ikhlas nanti diberhentikan sama presiden," ungkap Jero.
(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads