Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik dalam seminar 'Tinjauan Kebijakan Subsidi BBM' di kantor DPP Demokrat di Jakarta, Rabu (29/2/2012).
"Dibilang kenaikan BBM ini akal-akalan pemerintah. Saya nggak mau, Presiden juga nggak ke sana arahnya. Kalau saya diajakin saya nggak mau, lebih baik berhenti jadi menteri. Jadi ini keputusan berat yang harus dlakukan demi rakyat," kata Jero.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak diselamatkam bisa merusak ekonomi kita yang sudah baik. Ini memang keputusan yang berat pasti pada rakyat," jelasnya.
"Makanya saya sering minta maaf karena berdampak. Karena itu juga disiapkan paket kompensasi, sehingga masyarakat golongan bawah tidak terlalu berat, nanti APBN-P (APBN Perubahan) akan segera diajukan Menkeu ke DPR," imbuh Jero.
Soal pengusaha yang menyatakan kesulitan dengan kenaikan harga BBM subsidi ini, Jero mengatakan itu hanya berdampak pada 3 bulan. "Biasa, nanti juga tiap tiga bulan begini, saya bekas pengusaha," ujar Jero.
Selain itu soal kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 10%, Jero mengatakan pemerintah juga sedang menghitung kenaikan tersebut.
"UU mengharuskan (TDL) naik, tapi kita sedang hitung kapan naiknya. Biar jangan numpuk di bulan April, kita atur supaya jangan numpuk, beda bulan biar jangan bersamaan," tutup Jero.
Seperti diketahui, kemarin Menteri ESDM Jero Wacik secara resmi ke Komisi VII DPR, Menteri ESDM Jero Wacik mengajukan kenaikan harga BBM subsidi. Pemerintah minta harga bensin premium dan solar naik Rp 1.500/liter. Namun ini belum disetujui Komisi VII DPR.
(dnl/hen)










































