Demokrat: Kenaikan BBM Tak Bisa Ditawar, BLT Bukan Kampanye!

Demokrat: Kenaikan BBM Tak Bisa Ditawar, BLT Bukan Kampanye!

- detikFinance
Rabu, 29 Feb 2012 17:56 WIB
Demokrat: Kenaikan BBM Tak Bisa Ditawar, BLT Bukan Kampanye!
Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR M. Jafar Hafsah menegaskan kenaikan harga BBM subsidi tak bisa ditawar. Karena kenaikan harga minyak dunia yang melambung tinggi.

"Kenaikan harga BBM tidak bisa dihindarkan. Kan sudah dirumuskan kompensasinya kepada masyarakat," kata Jafar kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Kompensasi yang dimaksud adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang dipandang Demokrat sebagai solusi konkret menyangkut kenaikan harga BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita melakukan seperti itu, BLT kan sudah bagus. Dan BLT kan ada juga di Amerika Serikat, ada dana-dana seperti itu. Pada saat dinaikkan hari itu juga orang yang masuk kategori orang di bawah garis kemiskinan dapat subsidi," kata Jafar.

Jafar memahami kenaikan BBM akan berimbas pada kenaikan sembako. Namun saat ini, menurut dia kenaikan BBM tak bisa dihindarkan.

"Memang barang-barang akan naik. Dan itu berpengaruh kepada inflasi. Dan masyarakat berpenghasilan rendah, semakin rendah semakin merasakan perubahan-perubahan ini. Pada saat ini kita membalas dengan BLT," kata Jafar.

Jafar juga menegaskan BLT bukan bagian dari kampanye. Namun murni antisipasi kenaikan harga BBM.

"Bukanlah, kan ini tuntutan perekonomian, wong harga BBM meningkat. Dan subsidi akan memberatkan APBN, ini normal saja. Beban terhadap pemerintah terlalu besar. Ya APBN itu juga kan uang rakyat," kata Jafar.

Seperti diketahui, kemarin Menteri ESDM Jero Wacik secara resmi ke Komisi VII DPR, Menteri ESDM Jero Wacik mengajukan kenaikan harga BBM subsidi. Pemerintah minta harga bensin premium dan solar naik Rp 1.500/liter. Namun ini belum disetujui Komisi VII DPR.

(van/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads