PPP: Pemerintah Harus Berani Naikkan Harga BBM!

PPP: Pemerintah Harus Berani Naikkan Harga BBM!

Elvan Dany Sutrisno - detikFinance
Kamis, 01 Mar 2012 10:27 WIB
PPP: Pemerintah Harus Berani Naikkan Harga BBM!
Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendesak pemerintah berani mengambil kebijakan tegas menyikapi kenaikan harga minyak dunia. Termasuk mengambil sikap menaikkan harga BBM, sekalipun kebijakan ini tidak populis.

"Pemerintah harus berani mengambil kebijakan tidak populis tapi untuk kepentingan jangka panjang. Jika kembali ke belakang, ketika pemerintah dua kali menurunkan harga BBM diduga konteksnya lebih pada pencitraan menjelang pemilu. Terbukti setelah pemilu, opsi penurunan harga BBM itu justru menjadi bumerang," kata Sekretaris FPPP DPR, Arwani Thomafi, kepada detikFinance, Kamis (1/3/2012).

Menjadi bumerang karena hanya dua tahun setelah pemilu 2009, kini pemerintah harus kelimpungan menghadapi kenaikan harga minyak dunia. Karena itu pemerintah diminta PPP segera mengambil langkah konkret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah harus segera mengambil keputusan terkait harga BBM. Keputusan yang berlarut-larut akan merugikan rakyat. Apakah opsi kenaikan harga BBM yang terjangkau oleh masyarakat (Rp 1.500) atau dengan penambahan subsidi sebesar Rp 2.000 per liter. Dengan kenaikan harga BBM, misalnya Rp 1.000 akan menghemat sekitar Rp 21 triliun beban subsidi. Sedangkan jika dinaikkan Rp 1.500 bisa menghemat sekitar Rp 45 triliun," desak Arwani.

Kompensasi terhadap kenaikan harga BBM, menurut Arwani, seharusnya jangan melulu BLT. Tapi mencari jalan yang membuat masyarakat berfikir maju.

"Pemerintah harus memberikan kompensasi kenaikan BBM untuk peningkatan ekonomi rakyat dan perbaikan kualitas SDM. Kompensasi model BLT (bantuan langsung tunai) yang pernah diterapkan beberapa tahun lalu tidak efektif, karena sama saja mendidik mental masyarakat menjadi pengemis," kritiknya.

"Pemerintah harus memberikan kail bukan ikan, sehingga masyarakat bisa kreatif. Kompenasasi kenaikan BBM bisa untuk perbaikan infrastruktur maupun beasiswa pendidikan bagi kalangan tidak mampu. Itu lebih mendidik dibanding merangsang orang menjadi pengemis," tegas Arwani.

Seperti diketahui, kemarin Menteri ESDM Jero Wacik secara resmi ke Komisi VII DPR, Menteri ESDM Jero Wacik mengajukan kenaikan harga BBM subsidi. Pemerintah minta harga bensin premium dan solar naik Rp 1.500/liter. Namun ini belum disetujui Komisi VII DPR.

(van/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads